Beritabatavia.com -
Disaat Amerika Serikat dan negara Uni Eropa menentang Muammar Qadaffi, Presiden Venezuela, Hugo Chavez justru menyerukan dukungannya terhadap pemimpin Libya tersebut. Ia memberi semangat agar Qaddafi dapat bertahan dari gempuran pasukan pemberontak dan koalisi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Dalam pernyataanya yang disiarkan stasiun televisi nasional, Chavez mengatakan, Libya adalah negara bebas yang dapat mengatasi konflik politik dalam negerinya dan tidak perlu didikte pihak asing. Ia menuding, negara Barat mempunyai kepentingan tersembunyi, yaitu menguasai sumber minyak Libya, di balik serangan mereka terhadap Qaddafi.
Chavez juga mengkritik sikap negara Eropa yang menyerang rezim Qaddafi, padahal sebelumnya negara Eropa seperti Prancis, Inggris, Italia dan Spanyol kerap melakukan transaksi bisnis dengan Qaddafi. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hilary Clinton menyatakan, kejatuhan Qaddafi hanya tinggal menunggu waktu. Hingga kini, pertikaian senjata antara pasukan pemberontak dan koalisi NATO melawan pasukan Qaddafi masih terus berlangsung. Diperkirakan sudah 1.000 warga sipil tewas akibat konflik senjata tersebut. O AFP/brn