Beritabatavia.com -
Pemerintah Ekuador melarang penjualan minuman beralkohol setelah 21 warganya tewas akibat minuman keras (miras) oplosan.
Menteri Kesehatan Masyarakat Kolombia David Chiriboga menyatakan sebanyak 103 warga sedang dirawat akibat toksin dari miras oplosanĀ yang diperjualbelikan di Urdaneta, Provinsi Los Rios. Sebanyak 28 boks miras disita polisi. Dan korban tewas akibat miras merupakan angka terbesar dalam sejarah minuman alkohol, katanya.
Miras tersebut mengandung metanol yang merupakan cairan yang berbahaya bila dikonsumsi. Campuran metanol dimasukkan ke dalam miras sehingga harganya dijual murah. Demikian seperti dilansir Associated Press, Senin (18/7/2011).
Kementerian Kesehatan Kolombia akhirnya memutuskan pada Minggu kemarin untuk melarang penjualan dan juga konsumsi alkohol akibat peristiwa ini. o end