Minggu, 24 Juli 2011 17:38:11

Murtado ‘Macan’ Kemayoran Tolak Jadi Kaki Tangan Kompeni

Murtado ‘Macan’ Kemayoran Tolak Jadi Kaki Tangan Kompeni

Beritabatavia.com - Berita tentang Murtado ‘Macan’ Kemayoran Tolak Jadi Kaki Tangan Kompeni

Menolak diangkat menjadi kaki tangan kompeni. Tapi tetap berjuang membela dan membebaskan rakyat dari cengkraman penjajahan, penindasan dan ...

Murtado ‘Macan’ Kemayoran Tolak Jadi Kaki Tangan Kompeni Ist.
Beritabatavia.com - Menolak diangkat menjadi kaki tangan kompeni. Tapi tetap berjuang membela dan membebaskan rakyat dari cengkraman penjajahan, penindasan dan pemerasan.

AYUNAN kepalan tangan Bek Lihun, dapat ditangkis oleh Murtado. Kemudian Murtado mengayunkan kakinya, tepat mengenai dada Bek Lihun, hingga tersungkur mencium tanah.
Penuh amarah dan dendam Bek Lihun berusaha bangkit seraya mencabut golok yang terselip di pinggangnya, siap untuk menyerang. Sambil memperbaiki posisi berdirinya, Murtado tetap tenang, tak ada rasa khawatir meskipun Bek Lihun sudah menghunus goloknya.

Murtado berhasil menghindar dari serangan  Bek Lihun seraya melayangkan sebuah pukulan yang tepat mengenai bagian punggung Bek Lihun. Akibat pukulan Murtado, golok Bek Lihun terpental, sedangkan tubuhnya tersungkur ke dalam selokan di pinggir jalan, disusul dengan jeritan kesakitan.

Tubuhnya terbenam ke dalam lumpur dan kakinya terasa sakit sekali tidak dapat digerakkan. Murtado yang masih merasa kesal akan perbuatan Bek Lihun, lalu mengangkat Bek Lihun dan memutar-mutar tubuhnya, sehingga Bek Lihun menggelinting-gelinting dan ketakutan. Mendengar suara teriakan Bek Lihun meminta tolong dan kesakitan pemuda-pemuda teman Murtado yang sedang duduk di warung, datang melihat ke tempat kejadian itu.
Mereka melihat Bek Lihun minta ampun dan mengaduh-aduh kesakitan, sementara Murtado hanya tersenyum sambil berjalan  meninggalkan tempat itu. Sedangkan Bek Lihun yang sudah kesakitan, langsung ditolong oleh para pemuda itu dan mengantarkannya ke rumah Bek Lihun.

Berikan Pelajaran

Namun, kepada warga Bek Lihun mengaku dirinya dikeroyok Murtado bersama teman-temannya. Sementara Murtado ketika ditanyaeman-teman Murtado. Dia tidak menerangkan, bahwa dia dikalahkan oleh Murtado sendiri. Dan ketika teman-temannya bertanya ihwal pengakuan Bek Lihun, Murtado hanya tersenyum sambil menjawab bahwa dirinya dengan Bek Lihun tidak terjadi apa-apa. Ah, tidak apa-apa. Saya hanya bercanda dengan Bek Lihun. Saya hanya mengusap kepalanya saja, tahu-tahu dia jumpalitan saja ke bawah," kata Murtado dengan tenang.

Meskipun, dalam hatinya ingin memberikan pelajaran kepada penguasa kampung yang kerap memeras warga itu. Apalagi Murtado yakin membela kepentingan rakyat adalah kewajibannya dan harus dilakukan.
Sementara Bek Lihun tetap menyimpan dendam dan ingin membalas kekalahannya. Apalagi keberadaan Murtado menjadi penghalang, sehingga dirinya tidak bisa leluasa memeras dan menyakiti warga Kemayoran. Dia pun berusaha mencari  dua orang tukang pukul dari Tanjungpriok untuk menghabisi Murtado.

Terbukti, beberapa saat setelah peristiwa itu, Murtado saat pulang ke rumah dicegat oleh kedua orang suruhan Bek Lihun itu.  Kedua tukang pukul itu mengancam Murtado agar menghentikan tindakan-tindakannya membela penduduk kampung dan jangan menghalang-halangi tindakan Bek Lihun.
Mengetahui keduanya adalah suruhan Bek Lihun, Murtado tetap tidak peduli dan berjanji akan melawan setiap tindakan yang menyakiti warga. Akibat jawaban Murtado, keduanya berang dan langsung menantangnya hingga terjadi perkelahian hebat. Murtado tak gentar, langsung melayaninya, dalam perkelahian itu seorang tukung pukul suruhan Bek Lihun terluka parah dan akhirnya tewas. Sementara seorang lagi, lari terbirit-birit untuk melaporkan peristiwa itu ke Bek Lihun.

Difitnah Membunuh

Bek Lihun kian gusar dan marah, tapi tak tahu harus berbuat apa. Kemudian mulai mengatur siasat dengan memfitnah Murtado telah membunuh orang di daerah Kwitang. Mengetahui dirinya difitnah, Murtado tetap tenang, karena dia yakin Tuhan akan tetap melindungi orang yang tidak melakukan kejahatan.
Beberapa hari kemudian, ketika Murtado sedang latihan bernyanyi kasidah dengan teman-temannya. Dua anggota polisi kompeni datang untuk menangkap Murtado atas tuduhan melakukan pembunuhan di daerah Kwitang.

Namun, teman-teman Murtado membela dan mempertahankan bahwa Murtado semenjak sore bersama mereka. Sehingga tidak mungkin melakukan pembunuhan malam itu. Akhirnya karena pembelaan teman-teman itu, maka polisi kompeni tidak berhasil menangkap Murtado. Lalu gagal pulalah rencana Bek Lihun untuk mencelakakan Murtado.
Kegagalan polisi menangkap Murtado, membuat Bek Lihun kian kesal dan gusar. Ia pun kembali mengatur siasat untuk mencelakakan sang idola warga itu. Bek Lihun memanggil tiga orang jagoan yang berwatak jahat dari daerah Pondok Labu, Kebayoran Lama. Ketiga orang jagoan itu masing-masing Boseh, Kepleng dan Boneng menerima upah cukup tinggi untuk menghabisi Murtado.

Bek Lihun meminta ketiga jagoan untuk menghabisi Murtado di rumahnya saat sedang tidur. Lalu, ketiga pembunuh bayaran itu menggali tanah untuk dijadikan jalan masuk ke rumah Murtado pada malam hari. Ketiga jagoan itupun mulai menggali lobang yang tembus hingga ke lantai rumah Murtado. Tidak berapa lama, setelah lobang selesai digali. Ketiganya, mulai bersiap-siap untuk masuk ke rumah Murtado yang saat itu sedang tidur.
Untunglah, Murtado terjaga dari tidurnya saat mendengar suara orang berbisik-bisik. Lalu dia mengintip dan saat itulah melihat Kepleng dan Boneng sedang merangkak-rangkak dalam lobang dan golok terhunus ditangan.

Berhasil Memukul Tiga Jagoan

Sadar dirinya dalam bahaya, Murtado cepat bertindak, dengan cepat menendang lampu tempel yang terpasang di pintunya. Sontak ruangan menjadi gelap, disusul dengan suara gaduh, ternyata Kepleng dan Boneng kaget dan terjatuh saling bertindihan. Mendengar suara gaduh, Boseh yang bertugas mengawasi di luar ikut masuk.
Sampai di dalam ruangan sudah gelap, lalu Boseh meraba-raba, tanpa sengaja dia meraba tubuh Kepleng.  Dikira Murtado, Kepleng langsung membabatkan goloknya hingga membuat Boseh tersungkur bermandikan darah. Kemudian Murtado memanfaatkannya untuk memukul lawan-lawannya. Saat itulah Boneng berteriak kesakitan membuat warga berhamburan ke luar rumah untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.
Mengira ada maling warga langsung mengepung rumah Murtado, lalu warga melihat Murtado sedang beraksi melawan para penjahat suruhan Bek Lihun. Keduanya akhirnya tak berkutik, lalu warga membawa ketiganya ke rumah Bek Lihun sebagai penguasa kampung. Polisi kompeni yang datang ke lokasi kejadian langsung menahan Boneng, Kepleng dan Boseh.
 
Bek Lihun Insyaf

Keinginan Bek Lihun untuk menghabisi Murtado tak juga padam. Lalu, pada suatu malam Bek Lihum datang ke rumah gadis teman baik Murtado yang dahulu bersama-sama memotong padi dengannya. Bek Lihun berhasil menyergap si gadis, lalu diseret ke dalam kamar untuk diperkosa.
Waktu yang bersamaan Murtado datang berkunjung ke rumah itu, tiba-tiba mendengar suara jeritan membuat Murtado bergegas masuk ke dalam rumah. Ketika itulah Murtado melihat Bek Lihun berusaha akan memperkosa gadis pujaannya. Tak bisa menahan marah, Murtado langsung  menghajar Bek Lihun hingga babak belur. Dalam kondisi mengenaskan, Bek Lihun minta  ampun dan berjanji tidak akan melakukannya lagi. Sejak itulah Bek Lihun mulai berubah dan insyaf serta  menghargai pemuda kampungnya yang bernama Murtado.
Lalu, Bek Lihun mengajak Murtado menjaga keamanan kampung Kemayoran yang belakangan marak aksi kejahatan.

Atas jasa Murtado mengamankan Kemayoran, kompeni menawarkannya menjadi Bek di Kemayoran menggantikan Lihun. Namun, Murtado menolak dan memilih tetap hidup sebagai rakyat biasa tanpa perlu harus menjadi alat kompeni. Tetapi, terus berjuang membebaskan rakyat dari cengkeraman penjajahan, pemerasan, dan penindasan.0 buku cerita rakyat Daerah DKI Jakarta Depdikbud 1982/son (habis)

Berita Lainnya
Selasa, 21 Juli 2026
Senin, 20 Juli 2026
Minggu, 19 Juli 2026
Jumat, 17 Juli 2026
Kamis, 16 Juli 2026
Selasa, 14 Juli 2026
Selasa, 14 Juli 2026
Selasa, 07 Juli 2026
Senin, 06 Juli 2026
Sabtu, 04 Juli 2026
Sabtu, 04 Juli 2026
Kamis, 02 Juli 2026