Beritabatavia.com -
Warga Washington DC, Amerika Serikat masih belum diperbolehkan masuk ke dalam gedung-gedung tinggi. Ini menyusul gempa berkekuatan 5,9 Skala Richter yang terjadi Selasa siang waktu setempat atau malam Rabu (24/8) dinihari WIB. Menurut reporter Voice of America di Washington DC, Eva Mazrieva, saat ini petugas masih menyisir dan memeriksa gedung, terutama di kantor-kantor federal yang terguncang saat gempa terjadi. Warga dan para pekerja di kantor federal baru diizinkan masuk setelah dinyatakan aman.
Kejadiannya kan jam 2 siang. Kita semua diminta keluar dari gedung, di sini kan banyak gedung tua, seperti Gedung Capitol, Pentagon, VOA, akhirnya orang tumpah ruah di stasiun Metro bawah tanah yang sempat berhenti sebentar. Kerusakan fisik tidak terlalu parah, mungkin korban luka ada, karena ada beberapa bangunan supermarket di negara bagian Maryland, perbatasan dengan Washington, rubuh dan kena orang-orang yang berbelanja dan mobil. Tapi data belum pasti, ujarnya.
Eva Mazrieva menambahkan moda transportasi darat dan bawah tanah di ibukota Amerika Serikat itu masih belum beroperasi normal. Kereta bawah tanah hanya boleh berjalan dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam. Gempa susulan dilaporkan terjadi beberapa kali, terakhir terjadi sekitar 3 jam yang lalu, atau sekitar pukul 12 siang waktu setempat, dengan kekuatan 2,1 Skala Richter. Meski keadaan berangsur pulih, namun sebagian warga Washiongton DC dilaporkan masih terlihat panik.
Gempa berkekuatan 5,9 SR itu merupakan yang pertama kalinya terjadi di Pantai Timur Amerika Serikat sejak lebih dari 100 tahun lalu. O VOA/bon