Beritabatavia.com -
Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi kini benar-benar di ujung tanduk. Hasil jajak pendapat yang dilansir harian Repubblica kemarin menunjukkan popularitas pemimpin berumur 74 tahun ini anjlok dari 62 persen menjadi 24 persen. Itu belum seberapa. Di saat ia sedang menghadapi gempuran krisis ekonomi negerinya, sejumlah gugatan juga menantinya.
Gugatan itu dari korupsi, penyelewengan kekuasaan, sampai bersebadan dengan perempuan di bawah umur. Makin sedikit orang yang percaya dia, demikian dikatakan lembaga riset IPR seperti diwartakan Repubblica. Namun politikus-pengusaha ini tak peduli. Buktinya pekan ini Jerman dibuat heboh oleh komentar presiden yang terpilih pada 2008 itu.
Boncengan dia dahsyat benar, ujar Berlusconi mengomentari bobot badan Kanselir Jerman Angela Merkel dalam percakapan telepon dengan seorang editor harian Italia. Percakapan itu bocor dan dipublikasikan. Telepon itu rupanya disadap sejumlah penyelidik yang tengah memeriksa beberapa perkara terkait dengan Berlusconi. Ada 100 ribu percakapan yang disadap.
Seperti kebetulan, percakapan ini muncul di saat pengadilan memvonis bersalah sembilan orang yang diduga menjadi muncikari. Mereka didakwa menyuplai puluhan cewek aduhai kepada Berlusconi. Mereka antara lain pengusaha Gianpaolo Tarantini dan model Sabina Began. Cewek-cewek itu diminta meramaikan pesta tengah malam Berlusconi.
Mereka ini memasok cewek-cewek untuk ditukar proyek, kontrak, atau kesenangan, demikian pernyataan pengadilan di kota pelabuhan Bari. Konon, sekali waktu ada lebih dari 30 cewek cantik dari beragam profesi datang ke pesta Berlusconi di Palazzo Grazioli, rumah mewah sang perdana menteri di Roma. Ini belum termasuk yang di Sardinia.
Enggak ada apa-apa, cuma makan malam biasa, tutur Niccolo Ghedini, kuasa hukum Berlusconi. Padahal sejumlah media di sana menyebutkan cewek-cewek bertubuh aduhai, yang sebagai besar aktris atau model dan datang dari sejumlah negara di Eropa, memakai pakaian seronok.
Bak di film-film biru, ada pula yang berdandan ala perawat. Dan, makan malam pun ditutup dengan pesta seks. Anda keliru, kata Sabina Began, 36 tahun. Kata Began, yang salah satu kakinya dirajah demi memuja Berlusconi, pemimpin gaek ini seorang yang taat kepada Tuhan. Beliau sangat religius. Beliaulah yang menuntun saya sehingga ikut menjadi religius.
Memang pelacur di mata Silvio Berlusconi sangat dimuliakan bak seorang ratu. Hasil investigasi tim penyelidik Italia, Kamis, 15 September 2011, menyebutkan Berlusconi pernah mengundang 30 gadis molek ke acara pesta pribadi di sebuah mansion mewahnya di Roma dengan tajuk pesta bunga-bunga. Di antara para perempuan aduhai itu adalah pelacur-pelacur kelas wahid.
Kesimpulan itu disampaikan oleh tim investigasi dari Kejaksaan Italia setelah melakukan penyelidikan selama dua tahun sejak 2008 hingga 2009. Dalam penyelidikan jaksa yang beredar di media massa Italia dinyatakan pada pesta mewah tersebut Berlusconi mengundang perempuan cantik, temasuk seorang harem muda berprofesi sebagai model, aktris, dan daun muda di vila mewah di Roma pada 2008 dan 2009.
Jaksa menjelaskan, sedikitnya 30 perempuan muda asal dari Amerika Selatan dan Eropa Timur yang sebagian pelacur itu dikumpulkan dalam sebuah pesta. Selanjutnya mereka mendapatkan uang dan hadiah barang-barang mewah.
Aktris terkenal Italia, Manuela Arcuri, bersedia bicara blak-blakan ketika dimintai keterangan oleh jaksa. Menurutnya, dia pernah dijanjikan oleh pria gaek berusia 74 tahun itu sebuah posisi di festival musik San Remo sebagai host. Syaratnya harus bersedia ditiduri, tapi tawaran itu saya tolak, ujar Arcuri.
Seluruh identitas para gadis itu telah bocor di tangan pers Italia sebelumnya, tetapi ini merupakan pertama kalinya kejaksaan mengungkap daftar para perempuan tersebut. Di antaranya adalah hasil penyadapan pembicaraan melalui telepon sebanyak 100 ribu kali yang dilakukan oleh Berlusconi.
Perilaku Berlusconi tidak berdiri sendiri. Pada bagian lain jaksa mengatakan sebanyak delapan orang kini dalam penyelidikan karena mereka telah membantu dan menyiapkan pelacur. Di antara yang sedang disidik jaksa adalah Gianpaolo Tarantini, seorang pengusana dari Pelabuhan Adriatik, Bari. Dia menyuplai pelacur agar mendapatkan order dari Berlusconi, ujar seorang jaksa dari Bari. o end