Beritabatavia.com -
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Indah Sukmaningsih, menyesalkan kekisruhan yang terjadi saat antrean untuk mendapatkan ponsel Blackberry separuh harga di Pacific Place, Jakarta, Jumat pagi.
YLKI melihat, ada kelalaian dari pelaku bisnis hingga menimbulkan kericuhan, bahkan menimbulkan korban pingsan dan luka-luka yang tidak sedikit, dan produsen harus bertanggung jawab.
Mereka pelaku asing menganggap kalau Indonesia itu hanya pasar, jadi yang mereka lihat hanya penjualannya saja, tanpa ada proteksi untuk para konsumen, ucapnya seperti dilansir okezone, Sabtu (26/11)
Pelaku bisnis asing, menurutnya tidak memberikan kenyamanan terhadap para konsumen yang sudah rela mengantre, dari tengah malam untuk mendapatkan satu unit BlackBerry seri 9790 jenis Bellagio tersebut.
Keamanan dan kenyamanan itu seharusnya sudah dijamin dan harus ada ganti rugi, tambahnya
Kepolisian, kata Indah, seharusnya juga tidak memberikan izin terhadap produsen asing, yang mengadakan acara pembelian Blackberry dengan harga murah tersebut.
Seperti diketahui, RIM menggelar promo pada penjualan perdana BlackBerry Bellagio di lobby selatan Pacific Place, Jumat pagi.
Ponsel cerdas teranyar RIM itu dijual dengan harga Rp2.295.000, lebih murah dibandingkan harga jualnya di pasaran yang mencapai Rp4,6 juta.
Antrean panjang sudah terlihat sejak pagi hingga puncaknya terjadi pada siang hari. Polisi akhirnya menghentikan acara tersebut dan memastikan tidak akan ada transaksi lagi hingga ada pengumuman lebih lanjut oleh pihak penyelenggara di media. o ep