Beritabatavia.com -
Pengembang perumahan baru di wilayah Propinsi Banten baik yang membangun di Kabupaten Tangerang, Serang hingga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta untuk memperhatikan kebutuhan perumahan untuk warga tak mampu dalam upaya perataan pembangunan perumahan.
Saya berharap semua pengembang atau developer perumahan baru yang sedang dan ingin membangun di kawasan ini hendaknya juga peduli dalam membangun perumahan untuk rakyat kecil atau tak mampu, kata Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Farid didampingi Wakil Gubernur Banten Rano Karno dan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Jumat (13/1) saat meresmikan gedung sinar mas land BSD, Serpong.
Kegiatan ini untuk memenuhi target pemerintah dalam pembangunan kawasan bebas rumah kumuh di seluruh Indonesia termasuk di Propinsi Banten khususnya Pemkot Tangsel yang kini sedang berkembang dalam pembangunan segala bidang.
Kami harapkan agar Provinsi Banten bebas rumah kumuh pada dua tahun mendatang. Kami yakin kawasan rumah kumuh dapat teratasi apalagi jumlahnya sudah tidak begitu banyak di sini, ungkapnya yang mengaku banyaknya pengembang perumahan di Kota Tangsel tentunya telah membantu pembangunan.
Bahkan, di suatu wilayah terdapat seribu rumah kumuh, maka Pemda dapat mengalokasikan dana sebesar Rp 5 miliar dengan estimiasi setiap rumahnya Rp 5 juta. Dengan begitu maka penanganan terhadap rumah kumuh dapat teratasi dalam kurun waktu dua tahun. Kami nilai Rp 5 miliar tidak begitu besar bila ada kesungguhan, katanya.
Menurutnya dalam pembangunan tersebut pun, Pemda setempat dapat menggandeng pihak ketiga dan dukungan dari pemerintah pusat. Kami yakin bila sinergi ini dijalankan maka Banten dapat terbebas dari rumah kumuh, katanya yang menargetkan tahun 2012 akan membangun 100 ribu ruah dengan kredit rendah yakni lima persen dengan cicilan 15 tahun.Pemerintah pusat sendiri kini sudah menargetkan sekitar 100 ribu rumah dengan kredit murah bagi warga tak mampu di seluruh Indonesia yang dilakukan secara merata dengan mengandeng sejumlah investor atau pengembang daerah tersebut dalam pembangunannya termasuk kawasan Serpong, Kota Tangsel yang dinilai cukup banyak pengembang swasta yang diharapkan dapat membantu pembangunan perumahan untuk rakyat tak mampu.Wakil Gubernur Banten Rano Karno, menambahkan berdasarkan hasil sensus 2010 jumlah pendudukan Banten kini mencapai 10 juta lebih karena daerah Banten menjadi salah satu daerah strategis dalam upaya penanaman modal untuk berinvestasi serta mencari lapangan pekerjaan.Hal tersebut untuk mengantisipasi lonjakan penduduk dan permintaan rumah yang meningkat, tambah Rano Karno yang mengaku pemerintahan Propinsi Banten juga telah menyiapkan beberapa program pembangunan termasuk kawasan permukiman dan Rusunawa.
Sedangkan untuk harga, pemerintah pun telah membuat hunian yang nilai jual rumahnya terjangkau. Kami sudah berupaya agar nilai jual rumah dapat terjangkau namun harga tanah yang mahal menjadi kendala bagi pengembang untuk menentukan harga, ucap mantan Wakil Bupati Tangerang tersebut. O brn