Beritabatavia.com -
Kawasan pusat perekonomian dan perkantoran seperti misalnya Blok M di Jakarta Selatan, adalah salah satu daerah yang rawan aksi premanisme. Karena itu warga, pedagang dan aparat pemerintah setempat harus bersatu untuk mewujudkan kawasan Blok M yang aman dan nyaman.
Beberapa tahun yang lalu kawasan ini kumuh, ditambah kehadiran Pedagang Kaki lima yang berjumlah ribuan. Akibatnya pertokoan banyak tutup dan kondisi keamanan yang tidak kondusif. Banyak preman-preman berkeliaran.
Sekarang perlahan kawasan ini mulai berbenah demi mewujudkan visinya menjadi pusat belanja kelas internasional. Namun hal ini masih perlu penanganan yang lebih serius dari semua pihak.
Saya rasa di seluruh Indonesia kita belum bisa mengandalkannya seratus persen dari pemerintah, untuk itu kita harus membangun persatuan di kawasan ini, kata Ketua RW 01 Melawai, Nizarman Aminuddin yang didampingi wakil camat Kebayoran Baru Nurrohman dan manajer gedung Blok M Square, Panilian Simajuntak.
Kita harus memelihara situasi, memelihara yang ada di Blok M kini. Jadi saya katakan bukan semata-mata tugas pemerintah yang bisa menciptakan situasi kawasan Blok M seperti ini, tapi berkat kebersamaan warga. Kita yang ingin berubah dan maju, maka tercipta Blok M saat ini, jelas Nizarman.
Sekarang kita sepakat untuk menata Blok M karena masih banyak tempat parkir motor yang masih berada diatas trotoar dan disembarang tempat. Akan kita kembalikan fungsinya sebagai tempat pejalan kaki, tambah Icang panggilan akrapnya.
Warga dan pedagang sekitar Blok M punya gagasan untuk mengelompokan parkir motor roda dua dijadikan satu tempat. Dan akan ditempatkan CCTV di tempat parkir sepeda motor untuk menambah keamanan. Juga membicarakan kebersihan lingkungan Blok M termasuk masalah sampah," lanjut P Simanjuntak. O brn