Beritabatavia.com -
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta, Paimin Napitupulu meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar memeriksa kabel listrik terutama di wilayah padat penduduk.
"Kami meminta pada pihak PT PLN agar lebih pro aktif
dalam memeriksa sambungan listrik. Terutama di kawasan padat penduduk
yang rawan kebakaran. Pemeriksaan kabel listrik ini harus secara
berkala, ujarnya di Jakarta, Selasa (31/7).
Paimin mengatakan untuk menekan angka kebakaran, pihaknya melalui suku dinas pemadam kebakaran di lima wilayah, rutin mengadakan penyuluhan dan sosialisasi tata cara pencegahan dan mengatasi kebakaran.
Menurut Paimin, peran serta masyarakat juga sangat penting untuk pencegahan dan pemadaman api di lokasi kejadian. Terutama saat petugas belum tiba di lokasi.
Menurutnya, penyebab utama kebakaran terbanyak karena listrik sebanyak 371 kasus. Kemudian oleh kompor 57 kasus, akibat rokok 16 kasus dan faktor lain-lain 86 kasus, seperti akibat membakar sampah dan sebagainya.
Jakarta Timur Terbanyak Kasus KebakaranKepala Bidang Partisipasi Masyarakat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta, Rimawati menyebutkan, kasus kebakaran terbanyak terjadi di Jakarta Timur dengan 133 kasus. Disusul Jakarta Barat 116 kasus, Jakarta Utara 104 kasus, Jakarta Selatan 98 kasus dan Jakarta Pusat 79 kasus.
Terakhir kebakaran terjadi pada Sabtu (28/7) di permukiman padat penduduk di Gang Janis RT 08/07, Pekojan, Tambora Jakarta Barat, yang menghanguskan 125 rumah dan menewaskan dua balita sekaligus.
Sejak Januari hingga Juli 2012 saja, sedikitnya telah terjadi 530 kasus kebakaran yang menewaskan 31 orang dan menyebabkan 70 lainnya luka-luka. Bahkan jilitan si jago merah juga mengakibatkan 3.144 kepala keluarga (KK) atau 11.686 jiwa kehilangan tempat tinggal. O brn