Beritabatavia.com -
Merasa tidak mendapat perhatian dari pemerintah terkait soal kejelasan status kepegawaian, ratusan 'pahlawan tanpa jasa' yang masih berstatus honor dan tergabung dalam forum komunikasi guru bantu Indonesia (FKGBI) menggelar aksi unjukrasa di depan kantor Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/6).
Menurut ketua pengurus FKGBI DKI Jakarta Syarifah Efiana, kedatangan ratusan guru bantu ke Balai kota untuk mempertanyakan pengangkatan 777 guru bantu, karena ada indikasi prosesnya tidak berjalan secara transparan. Kemudian FKGBI juga mempertanyakan nasib guru bantu lainnya yang masih berjumlah 5.966 orang. Dikatakan, saat ini jumlah guru bantu di DKI Jakarta sebanyak 6.743 orang, sesuai dengan data yang tercatat di data base Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan BKD DKI Jakarta. Mereka diangkat sebagai tenaga honorer dengan SK Mendiknas dan sudah memeiliki Nomor Induk Tenaga Honorer (NITH).
Berdasarkan, keputusan rapat Gabungan Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X DPR RI pada 26 APril 2010 lalu disepakati agar penyelesaian guru honor segera di tuntaskan pemerintah.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta Budihastuti, dalam siaran persnya mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sangat serius menangani permasalahan guru bantu yang ada. Untuk itu, pihaknya telah melakukan koordinasi baik dalam bentuk rapat-rapat dan bersurat langsung ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara maupun Menteri Pendidikan Nasional. Menurutnya, proses penyelesaian guru bantu sebanyak 777 orang, tertuang dalam surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta tanggal 1 April 2009 Nomor 535/082.87. Pengangkatan guru bantu akan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah negeri Pemprov DKI yang saat ini masih membutuhkan guru seni budaya, pendidikan jasmani, Bahasa Inggris, Komputer, Perpustakaan, Keterampilan, Pendidikan Luar Biasa dan Bimbingan Penyuluhan. Sedangkan proses pemberkasan dilakukan melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Pemprov DKI Jakarta. O ant/ son