Beritabatavia.com -
Kelaurga Bonin masih tetap miskin, meskipun tinggal di Bekasi, Jawa Barat yang merupakan kawasan industri terbesar di Indonesia. Bahkan penghasilan Bonin yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang membersihkan rumput tidak mencukupi hanya untuk membeli lauk pauk. Sehingga Bonin dan kelaurganya harus menjadikan keong dan rumput sebagai lauk pauk sehari-hari.
Upah Bonin sebagai pembersih rumput dari pagi hingga sore hanya Rp20.000. Sedangkan ia harus menghidupi istri dan dua anak serta orangtuanya. Tidak hanya itu, kemisknan yang melanda kehidupan Bonin, membuatnya harus mengganti beras dengan singkong untuk di masak.
Bantuan dari pemerintah Kabupaten Bekasi hanya saya rasakan tiga bulan sekali. Itu saja hanya beras sebanyak tiga liter, kata Masito, istri Bonin. Pria miskin dan sejumlah keluarga miskin lainnya berharap agar pemerintah Bekasi memperhatikan nasib mereka.
Menanggapi peristiwa yang mengiris hati ini, Faisal, alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, yang berdomisili di Bekasi mengaku prihatin. Bekasi tidak jauh dari pusat pemerintahan dan pusat ibu kota negara. Semestinya, pemerintah memiliki kepedulian terhadap warganya, katanya kepada SIGAP, Kamis (1/7).
Kejadian ini membuktikan bahwa pemerintah lalai mengurusi warga Negara. Tidak hanya pemerintah, partai politik pun tidak memiliki kepedulian terhadap warga miskin. Mereka hanya berwacana soal penanggulangan kemiskinan tanpa ada tindak nyata menanggulangi kemelaratan, tegas pria asal Palembang ini, geram. O Sb/son