Beritabatavia.com -
Nachrowi Ramli (Nara), mantan pesaing berat Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo pada pilkada DKI tahun lalu, berpesan agar Jokowi memprioritaskan
program yang penting, dalam membangun ibukota. Sebagaimana diketahui,
APBD DKI 2013 akhirnya diketok oleh DPRD dengan nilai Rp 49,9 triliun,
Senin (28/1).
Nara menyarankan agar Jokowi menyusun skala prioritas pada
rencana-rencananya.
'Yang mana dahulu yang harus didahulukan agar semua target dapat tercapai,' katanya.
Dia tidak memprotes kebiasaan blusukan Jokowi.
'Jokowi
sering blusukan mungkin itu yang warga Jakarta mau, memenuhi harapan
mereka,' katanya dalam penganugerahaan pemimpin muda di Jakarta, Senin
malam.
Nara menilai Jokowi banyak mencari solusi untuk permasalahan Ibukota.
'Beliau
banyak mau belajar dan banyak mendengar serta tidak berhenti untuk
mencari solusi, seperti pemberlakuan giliran sepeda motor yang ganjil
dan genap,' katanya.
Menurut dia, apa yang telah Jokowi lakukan sudah baik.
'Kita
tinggal mengawalnya saja. Dia itu disayang Tuhan, dikasih tahu yang
mana harus dibereskan. Dengan begitu kan banyak yang membantu seperti
menteri,' katanya.
Namun, Nara tidak setuju jika ibukota dipindah. Dirinya menilai solusi tersebut belum tepat jika diwujudkan dalam waktu dekat.
'Masih bisa walaupun tidak dipindahkan. Macet juga masih bisa terurai,' katanya.
Menurut Nachrowi, jarak dan biaya harus menjadi pertimbangan utama jika ibukota dipindahkan.
'Jangan
jauh-jauh, nanti biaya untuk infrastrukturnya lebih mahal lagi. Yang
dekat saja seperti Jonggol, Bogor, Jawa Barat yang akses tolnya dekat
dan infrastrukturnya tidak terlalu berat,' katanya. O brn