Beritabatavia.com -
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menyadari bahwa proyek Giant Sea Wall
atau tanggul penahan air laut di Jakarta Utara membutuhkan biaya
raksasa.
"Belum diputuskan. Hitung-hitungannya saja belum. Masalahnya ini bukan
uang gede tapi gede banget," katanya di Jakarta, Senin (11/2). Namun Jokowi yakin bahwa
pembangunan tembok yang menghabiskan sekitar Rp100 triliun ini bisa
mengurangi kemungkinan banjir karena naiknya air laut atau rob.
Menurutnya,
hingga kini perkembangan rencana pembangunan tembok raksasa tersebut
masih dalam proses perhitungan kemungkinan yang mungkin terjadi. Mulai
dari perhitungan teknis, ekonomi hingga perhitungan lingkungan.
Semua lah dihitung. Sekarang masih jalan terus, katanya.
Jokowi
menyebutkan, bahwa sumber dana pembangunan bisa datang dari Anggaran
Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) DKI atau pola investasi. Dia bahkan
mengatakan bahwa banyak investor yang berminat menanamkan modal untuk
pembangunan tembok raksasa tersebut.
"Investor banyak yang tunjuk
tangan. Ndak usah saya sebutlah," katanya. Namun ia mengatakan belum
memutuskan apakah akan menggunakan APBD atau investasi untuk pembangunan
tembok raksasa tersebut. O brn