Kamis, 07 Maret 2013 18:07:20

Ngototnya Jokowi Atasi Rob Dan Banjir

Ngototnya Jokowi Atasi Rob Dan Banjir

Beritabatavia.com - Berita tentang Ngototnya Jokowi Atasi Rob Dan Banjir

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), meminta pemerintah pusat mempercepat pelaksanaan rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut ...

Ngototnya Jokowi Atasi Rob Dan Banjir Ist.
Beritabatavia.com - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), meminta pemerintah pusat mempercepat pelaksanaan rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa. Rencananya akan dimulai tahun 2020.

'Kami minta percepat dan dimulai pada 2014,' kata Jokowi.

Menurut Jokowi, kalkulasi bisnis pengerjaan tanggul laut raksasa itu sudah selesai.Skemanya hitung-hitungan secara bisnis, secara komersil masuk, katanya.

Dia bahkan yakin sudah banyak investor yang tertarik terlibat dalam pembangunan tanggul raksasa itu."Banyak yang tunjuk tangan mau bangun," katanya.

Pembangunan tanggul laut raksasa di utara Jakarta ditargetkan bisa menambah ruang untuk membangun perumahan dan lahan usaha bagi nelayan.

'Jadinya Jakarta tambahan 4.000 hektare lagi, bisa digunakan untuk perumahan dan nelayan,' katanya.

Pembangunan tanggul laut raksasa sudah direncanakan sejak DKI Jakarta dipimpin oleh Gubernur Fauzi Bowo. Pembangunan tanggul tersebut diperkirakan membutuhkan dana hingga ratusan triliun rupiah.

Bertentangan Dengan Kementerian PU

Joko Widodo juga yakin  pembangunan terowongan raksasa multi fungsi (multi purpose deep tunnel) bisa dilakukan melalui rekayasa teknologi.

Kalau soal tanah lembek kan ada teknologi, kata Jokowi.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan bahwa pembangunan terowongan ini akan sulit dilakukan karena kondisi tanah di Jakarta yang lembek di beberapa titik lokasi pembangunan terowongan.

Menurutnya, tanah lembek bisa direkaya dengan perlakuan khusus menggunakan teknologi. "Begitu masuk bor langsung dibeton, enggak ada urusan lembek ndak lembek," katanya.

Sedangkan untuk perhitungan biaya pembangunan, Jokowi mengatakan bahwa pihak swasta akan melakukan perhitungan kembali. Kalau perhitungan swastanya masuk ya lanjut, katanya.

Sebelumnya, Kementerian PU menyatakan bahwa biaya pembangunan terowongan tersebut bisa mencapai Rp 26 triliun, jauh diatas perkiraan Jokowi yang hanya Rp16 triliun.

Jokowi  juga menyatakan bahwa, pembangunan ini sepenuhnya akan dilakukan oleh pihak swasta dan tidak membebani anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun pemerintah pusat.

'Kalau investor berani mau harga Rp40 triliun atau Rp50 triliun dan hitungannya masuk ya silahkan,' katanya.

Terowongan ini memiliki lima fungsi yakni, sebagai jalur air, jalan tol saat tidak diisi air, jalur air baku, jalur utilitas, dan jalur hasil pengolahan limbah. O brn
Berita Lainnya
Kamis, 21 September 2023
Rabu, 13 September 2023
Selasa, 29 Agustus 2023
Kamis, 17 Agustus 2023
Senin, 12 Juni 2023
Minggu, 19 Maret 2023
Jumat, 17 Februari 2023
Sabtu, 11 Februari 2023
Rabu, 14 Desember 2022
Sabtu, 19 November 2022
Jumat, 17 Juni 2022
Selasa, 19 April 2022