Beritabatavia.com -
Terus meningkatnya pertumbuhan ekonomi di ibu kota, membuat Jakarta seperti menjadi magnet bagi masyrakat di daerah lain untuk mengadu nasib di Jakarta. Alhasil, dari fenomena itu, Pemprov DKI pun kualahan dalam membendung arus urbanisasi hingga membuat penduduk Jakarta setiap tahun selalu bertambah.
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, penduduk ibu kota banyak yang bukan warga asli melainkan pendatang. Karenanya, ia pun meminta Pemerintah Pusat untuk berinvestasi di daerah-daerah lain sehingga bisa menciptakan lapangan kerja. Menurut saya perlu dibangun kota-kota dengan investasi dari APBN, ujar Jokowi, di Jakarta, Kamis (30/5).
Diharapkan, penduduk dari daerah lain tidak akan berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Terlebih, sambungnya, Pemprov DKI Jakarta tidak mungkin untuk membangun tembok besar mengelilingi ibu kota untuk membendung urbanisasi. Tidak mungkin lah kita bangun tembok besar mengelilingi Jakarta dan melarang untuk datang ke Jakarta, katanya.
Tingginya angka kekerasan di Jakarta selama ini lebih dikarenakan terlalu padatnya penduduk ibu kota. Sehingga lapangan kerja yang ada tidak mampu menampung banyaknya penduduk yang datang ke Jakarta. Problemnya memang urbanisasi, tapi mestinya memang mendorong investasi masuk ke daerah, ucapnya.
Kepadatan penduduk di Jakarta juga berpengaruh terhadap kekerasan terhadap anak. Sehingga ke depan, pihaknya akan membuat program kota layak anak. Namun hal tersebut belum akan direalisasikan dalam waktu dekat karena masih dalam kajian. Kalau sudah dimulai, entah dengan forum anak, ruang publik buat anak, ruang-ruang interaksi untuk anak atau lainnya. Saya tidak ingin ngomong dulu, untuk program yang belum di mulai, tandasnya. o day