Beritabatavia.com -
Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, pemulung adalah fenomena yang sudah puluhan tahun terjadi di Jakarta. Setiap tahun jumlahnya terus meningkat dan menimbulkan masalah baru.
'Mereka sudah pasti tidak mau selamanya menjadi pemulung. Kita akan pikirkan solusi terbaik. Kalau mereka dari daerah, akan dipulangkan ke daerah asalnya dan diberdayakan,' katanya saat mengunjungi kampung para pemulung di tempat pengolahan limbah di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (24/8) .
Ia mengatakan, penanganan pemulung merupakan tugas bersama yang tidak bisa dikerjakan sendirian oleh Kementerian Sosial.
Menurut dia, Dinas Sosial DKI Jakarta mencatat pada 2010 ada sekitar 1.031 pemulung yang tersebar di lima wilayah di DKI Jakarta.
Mereka kebanyakan tinggal di gubuk-gubuk darurat di pinggiran kali dan pinggir rel kereta api serta lahan-lahan kosong yang terlantar.
Pada kesempatan itu, Menteri Sosial juga meresmikan Asrama Yatim dan Duafa Yayasan Media Amal Islami (MAI) di Lebak Bulus, yang membina anak yatim dan anak pemulung. O brn