Beritabatavia.com -
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku belum mendengar kasus penyiraman air keras yang dialami 13 orang penumpang bus PPD 213 Kampung Melayu-Grogol, pada Jumat (4/10) tersebut. Namun Jokowi mengaku DKI akan menanggung seluruh biaya pengobatan melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
'Saya belum tahu bagaimana ceritanya. Tidak ada masalah, kita urus biayanya,' ujar Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (7/10).
Pihaknya, kata Jokowi, segera memanggil dinas terkait untuk menindaklanjuti peristiwa yang mengakibatkan 13 orang mengalami luka-luka. Sebab, kata Jokowi, kejadian ini sudah diluar pemikirannya. Terlebih, yang berbuat diduga merupakan anak usia sekolah. 'Ini sudah di luar pemikiran saya, masa anak sekolah tindakannya seperti itu. Nanti saya tanya dulu, saya panggil semuanya,' katanya.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati mengatakan, jika memang hal tersebut sesuai dengan arahan gubernur, pihaknya mengaku siap menjalankannya. Sebab, kejadian tersebut termasuk dalam bencana.
Menurut Dien, meski terdapat korban yang bukan berdomisili di Jakarta, namun pihaknya tetap akan menanggung biaya perawatan. Sebab, kata Dien, lokasi kejadian itu berlangsung di Jakarta. Nantinya, pembiayaan akan diambil dari program KJS. Menurutnya seluruh biaya akan ditanggung hingga pasien sehat medis.
'Dalam satu bencana seperti KDRT, traficking, kekerasan seksual dalam bus, kalau kejadian di Jakarta walaupun orang luar kota juga akan ditanggung. Karena kan kejadian tetap di Jakarta tetap kita tanggung,' kata Dien. O brn