Beritabatavia.com -
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan akan menggunakan semua cara untuk mengurangi tingkat kemacetan di jalan ibu kota. Ia pun sangat bergembira proyek pembanguan monorel bisa kembali dilanjutkan.
Semua jurus kita lakukan, MRT, Monorel, busway. Nanti akan kelihatan kalau sudah jadi, ujarnya saat peresmian kelanjutan proyek monorel di Jakarta, Rabu (16/10/2013).
Pria yang akrab disapa Jokowi itu melanjutkan, nantinya semua moda transportasi massa akan terintegrasi satu dengan lainnya, baik itu busway, MRT, bus umum, monorel hingga kereta api. Setelah semuanya dibangun, baru kemudian akan dicari cara untuk membatasi kendaraan pribadi.
Kalau MRT dan Monorel jadi kita akan ambil kebijakan kesana, ucapnya.
Ia menambahkan, saat ini fokus pembangunan monorel adalah melakukan pengecekan terhadap tiang-tiang penyangga yang sudah dibangun, namun akhirnya terbengkalai karena proyek tersebut sempat tak ada kejelasan.
Kita ini kan semangatnya ingin melanjutkan dan tidak ada tiang yang mangkrak. Dicek secara kontruksi, jika layak dipakai, kalau tidak ya jangan digunakan, tandasnya.
i Jokowi melakukan peletakan batu pertama yang menandakan proyek pembangunan monorel dilanjutkan. Pembangunan Monorel ini ditargetkan akan rampung selama 3 tahun kedepan. Diharapkan, moda transportasi berbasis rel ini dapat menyerap penumpang sebanyak 300 ribu penumpang perhari.
Dengan pemasangan tiang pancang tersebut, maka dimulailah pembangunan monorel tahap awal yang akan dilakukan sepanjang Jalur Hijau (Green Line) yang menghubungkan kawasan Kuningan hingga Palmerah. Green Line akan terbentang sepanjang 14,3 kilometer dengan 16 stasiun dari Palmerah ke Kuningan via Sudirman. Jalur itu akan rampung dalam kurun waktu 3 tahun.
Sedangkan tahap kedua, pembangunan Jalur Biru atau Blue Line sepanjang 13,7 km dengan 14 stasiun dari Stasiun Kampung Melayu sampai Grogol, Jakarta Barat. Target penyelesaian Jalur Biru sekitar 4 tahun. o ilc