Selasa, 22 Oktober 2013 12:34:43

Ada Apa Nih! Survei LSI Tak Cantumkan Jokowi dan Prabowo

Ada Apa Nih! Survei LSI Tak Cantumkan Jokowi dan Prabowo

Beritabatavia.com - Berita tentang Ada Apa Nih! Survei LSI Tak Cantumkan Jokowi dan Prabowo

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), yang tak memasukan nama Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo karena menganggap hanya capres wacana, terus ...

Ada Apa Nih! Survei LSI Tak Cantumkan Jokowi dan Prabowo Ist.
Beritabatavia.com - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), yang tak memasukan nama Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo karena menganggap hanya capres wacana, terus menuai kritikan, cemohoaan dan hujatan. Tidak dimasukannya nama Jokowi dan Prabowo dalam survei LSI dinilai sangat janggal. Bahkan, sebutan capres wacana dinilai cukup menggelikan, lucu dan aneh.

Kebetulan saya baru selesai riset dengan lembaga baru saya. Menurut riset Public Virtue Institute yang baru kami luncurkan Jumat 18 Oktober  lalu, Jokowi percakapan paling menarik dan paling banyak di sosial media jika bicara tokoh politik, kata Direktur Eksekutif Public Virtue Institute, Usman Hamid, di Jakarta, Selasa (22/10).

Ia merasa aneh dan heran ketika LSI tak memasukan Jokowi dalam surveinya. Apalagi, alasannya karena Jokowi itu, adalah capres wacana.

Agak susah mengatakan capres wacana. Karena dia itu bukan saja media darling, tapi juga sekaligus people darling karena  yang dia buat bukan statement, pidato atau iklan semata, tapi nyata berupa tindakan ke lapangan, ujarnya.

Di era kepemimpinan Jokowi, meski baru seumuran jagung, kultur kerja Pemda mulai mengalami shock therapy dan selanjutnya memperlihatkan kemajuan. Dari segi itu, Jokowi menjadi harapan baru perubahan Jakarta. Tidak cuma mendominasi wacana diskursus di tingkat elite politik, tapi juga wacana konkursus di tingkat akar rumput, orang miskin pinggiran kota.

Menariknya, Jokowi itu masuk atau cocok juga ke generasi muda pengguna media sosial. Itu hasil dua penelitian PVI. PVI memprediksikan, Jokowi membawa Jakarta Baru ke Indonesia Baru, tuturnya.

Memang, kata Usman, ada juga berharap Jakarta Baru dulu, baru setelah itu Indonesia Baru. Tapi jelas sekali Jokowi sudah  mempunyai modal awal untuk dialog dan membangun semacam  connectedness dengan publik yang lebih  luas.

Singkatnya, PVI menemukan fakta, Jokowi adalah jembatan politisasi kesadaran publik media sosial yang mewakili publilk real atas persoalan-persoalan publik utama di Jakarta, ungkapnya.

Dia menambahkan,  memang  ada yang  menganggap netizen masih kecil. Tapi justru berpotensi besar karena didominasi orang muda. Faktanya lebih dari 60% yang menjadi influncer handal, tegasnya.

Bahkan, kata Usman, politisasi sosial media akan jadi berpengaruh besar dalam kontestasi capres 2014. Hal itu terjadi, karena beberapa hal. Pertama adanya pertemuan antara keresahan umum kepada elite lama.  Lalu kedua,  dengan momentum serta figur yang tepat dan  infrastruktur digital memadai, itu bakal menjadi kekuatan besar.

Pada sisi lain, politisasi sosial media mulai memperlihatkan perkawinan kerjasama antara aktivis sosial media, aksi-aksi  kreatif, aktivisme yang current, dan  intervensi media mainstream. Dalam kontek ini, Jokowi dibesarkan. Janggal saja bila Jokowi tak dimasukan dalam survei, kata Usman.

Senada disampaikan pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana. Menurut Ari, survei ini seperti ini terkesan tendensius. Karena memisahkan kandidat potensial dalam keranjang yang lain sehingga akan mempengaruhi opini thd kandidat tertentu.

Dengan cara meletakan Jokowi dan Prabowo di keranjang yg lain maka peta pertarungan dlm pilpres seolah-olah antara Mega vs ARB (Aburizal Bakrie). Ini bisa mempengaruhi penilaian pemilih krn hanya diberi dua pilihan, ujarnya.

Penyebutan kandidat wacana oleh survei tersebut juga memilki kreteria yang berbeda. Kalau untuk Jokowi, survei itu melihat posisi Jokowi bukan pengendali partai. Sedangkan untuk Prabowo lebih karena peluang untuk capai Presidential Treshold.

Kreteria yang berbeda ini tentu dipertanyakan karena Mega juga belum resmi, begitu pula capres konvesi Demokrat. Yang sudah jelas baru Ical itupun masih dipersoalkan secara internal, ungkapnya. o spc








Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 21 September 2023
Rabu, 13 September 2023
Selasa, 29 Agustus 2023
Kamis, 17 Agustus 2023
Senin, 12 Juni 2023
Minggu, 19 Maret 2023
Jumat, 17 Februari 2023
Sabtu, 11 Februari 2023
Rabu, 14 Desember 2022
Sabtu, 19 November 2022
Jumat, 17 Juni 2022
Selasa, 19 April 2022