Kamis, 23 Januari 2014 11:02:57

Tak Ada Evakuasi, Dua Minggu Bayi Hidup di Loteng

Tak Ada Evakuasi, Dua Minggu Bayi Hidup di Loteng

Beritabatavia.com - Berita tentang Tak Ada Evakuasi, Dua Minggu Bayi Hidup di Loteng

Hampir dua minggu lamanya, bayi laki-laki berusia 16 bulan ini, bertahan di rumah berlantai dua di kawasan Bambukulon, Kampung Melayu, Jatinegara, ...

   Tak Ada Evakuasi, Dua Minggu Bayi Hidup di Loteng 			Ist.
Beritabatavia.com - Hampir dua minggu lamanya, bayi laki-laki berusia 16 bulan ini, bertahan di rumah berlantai dua di kawasan Bambukulon, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Bersama kedua orangtuanya, mereka hidup di tengah kegelapan dan derasnya aliran Kali Ciliwung.

Deon, bungsu dari tiga bersaudara anak pasangan Agung Subur, 50, dan Halimah, 45, hidup seadanya . Tanpa susu dan makanan bergizi dan hanya mengandalkan ASI dari sang ibu, bayi malang ini menghabiskan kesehariannya yang bila malam hari hanya ditemani lilin.

Sang ayah mengaku, tidak adanya evakuasi yang menyebabkan mereka terus bertahan di rumah semi permanen berwarna hijau. Kedua lantai rumahnya yang sudah tertutup air, membuat ketiganya terpaksa hidup di loteng. Ya dipaksa-paksain, soalnya nggak ada yang datang sama sekali, katanya, Rabu (22/1).

Menurutnya, diawal saat air mulai naik, tim evakuasi memang sudah datang. Kala itu, ia mendahulukan kedua anaknya untuk lebih dulu diungsikan ke posko. Namun, sejak saat itu, tim tak lagi kembali hingga ia mencoba bertahan di gubuknya. Saya sebenarnya mau dievakuasi, tapi nggak ada yang datang lagi, ujarnya.

Selama bertahan di rumah, berbagai upaya dilakukan Agung untuk mendapatkan makanan. Bermodal pelampung yang sudah disiapkannya, ia menyebrangi derasnya aliran Kali Ciliwung untuk agar keluarganya dapat terus hidup. Ini bukan yang pertama, makanya saya sudah menyiapkan pelampung, tuturnya.

Kala itu, dengan mempertaruhkan nyawa ia membeli gas elpiji dan sayuran untuk dimasak istrinya di rumah. Hal itu selalu dilakukannya setiap tiga hari sekali. Kadang-kadang kalau ke darat ya saya sambil ngecek anak-anak yang tinggal di penampungan, kata Agung.

Hingga akhirnya, Rabu (22/1) tim Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) Jakarta Timur, menemukan keluarga tersebut. Ia pun dievakuasi untuk dipindahkan ke posko pengungsian. Saya berterima masih sekali kepada Satpol PP yang akhirnya mengevakuasi kami, tuturnya.

BANJIR MULAI SURUT
Sementara kawasan Kampung Pulo yang sebelumnya air melimpah hingga ke Jalan Jatinegara Barat, setinggi satu meter, saat ini sudah mulai surut. Meski belum bisa dilalui kendaraan, namun lalu lalang warga pengungsian sudah terlihat.

Kondisi rumah warga bantaran Kali Ciliwung yang masih terendam air setinggi enam meter, membuat mereka tetap bertahan di posko-posko pengungsian. Tercatat, 18.973 jiwa, warga bantaran Kali Ciliwung ini berjuang di posko-posko dengan tidur berhimpitan.

Berdasarkan data yang diperoleh, berikut jumlah warga korban banjir yang diungsikan dibeberapa tempat.
1. Sudinkes : 963 jiwa,
2. Masjid At tawabin : 185jiwa,
3. RS. Hermina : 183,
4. Gereja konoinia 531 jiwa,
5. Kantor lurah Kampung Melayu 200 jiwa,
6. SDN 01 Kampung Melayu 363 jiwa,
7. SMP 26 117 jiwa,
8. GOR Otista 566,
9. Pos RW 3, 86 jiwa,
10. Mushallah Khairul Anam 75 jiwa,
11. SDN Balimester 02, 370 jiwa,
12. Jalan Jatinegara barat 3.561 jiwa,
13. Madrasah baitul khoir 120 jiwa,
14. Masjid Jami Ithihadul 85 jiwa,
15. Pos RW 07, 35 jiwa,
16. Masjid Ruhul Islam 41 jiwa,
17. Bekas bengkel trimatra 103 jiwa. o pkc
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 21 September 2023
Rabu, 13 September 2023
Selasa, 29 Agustus 2023
Kamis, 17 Agustus 2023
Senin, 12 Juni 2023
Minggu, 19 Maret 2023
Jumat, 17 Februari 2023
Sabtu, 11 Februari 2023
Rabu, 14 Desember 2022
Sabtu, 19 November 2022
Jumat, 17 Juni 2022
Selasa, 19 April 2022