Beritabatavia.com -
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku sudah membubarkan gangster atau kelompok di sekolah-sekolah di ibu kota. Selama ini gangster tersebut kerap meresahkan para pelajar serta sering melakukan tawuran bahkan hingga menimbulkan korban jiwa.
Bahkan terkadang gangster itu merupakan penyebab utama terjadinya aksi kekerasan atau bullying antarpeserta didik di Ibu Kota. Kita sudah bubarin gangster-gangster itu. Kita sudah tahu sekolah ini nama gangsternya apa. Karena mereka sudah macam-macam, ujar Basuki, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (14/11).
Pria yang akrab disapa Ahok menegaskan, para peserta didik tidak boleh lagi melakukan kekerasan, mengintimidasi yunior, ataupun ikut tawuran. Murid yang ketahuan melakukan aksi bullying akan dikeluarkan dari sekolah dan tidak boleh lagi mendaftar di sekolah negeri.
Ia hanya berhak untuk menuntut ilmu di sekolah swasta. Sementara apabila peserta didik itu masih tak bertobat atas perilakunya, Basuki tak lagi memberi ampun. Kalau masih bully, pukul, atau bunuh orang, kami enggak segan keluarkan dari sekolah dan dia tidak boleh sekolah di Jakarta, kata Basuki.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun mengatakan, pihaknya sudah mendeteksi sedikitnya 15 gangster di sekolah-sekolah di ibu kota melalui investigasi yang dilakukan Dinas Pendidikan DKI.
Pihaknya, kata Lasro, juga mengimbau kepada sekolah, orangtua dan masyarakat untuk melakukan pengawasan agar ke depan tidak muncul lagi gangster-gangster lagi. Sudah kami larang. Kami masih lakukan inventarisir. Sejauh ini sudah ada 15 nama gangster yang masuk, tandasnya. o kol