Beritabatavia.com -
Anjloknya prestasi di musim ini diikuti krisis finansial yang tengah melanda Persija membuat sejumlah pihak meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta turun tangan membantu klub kebanggaan warga Ibu Kota tersebut.
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama pun mengaku masih menginginkan agar pengelolaan klub berjuluk Macan Kemayoran itu berada di bawah pengelolaan Pemprov DKI. Dia menuturkan bahwa pemprov pernah meminta agar PT Persija Jaya yang dalam hal ini sebagai pihak swasta yang mengelola klub tersebut mau menyerahkan pengelolaan Persija kepada pihak Pemprov DKI sepenuhnya.
Diakui Ahok, rencana pengambilalihan saham pun telah ditawarkan kepada PT Persija Jaya, tetapi para pengurus Persija meminta agar Pemprov DKI mau membayar uang hingga ratusan miliar rupiah.
Sudah dari kemarin saya teriak gitu, jual ke kita saja deh. Eh, mereka tidak mau, mau berapa miliar puluh apa ratus. Gila!, kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/12).
Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur itu juga mengaku heran kenapa Persija diurus oleh perseorangan dan tidak melibatkan BUMD DKI sebagai pembina badan usaha tersebut.
Saya juga bingung kok Jakarta enak aja kasih Persija ke perorangan. Kalau mesti PT kenapa tidak semua BUMD jadi pembina? BUMD punya saham sehingga duit keluarnya jelas dan prestasi Persija juga jelas karena yang membantu persija itu adalah BUMD, kayak sponsor-sponsor gitu, imbuhnya.
Ahok mensyaratkan Pemprov DKI mau membantu secara finansial kepada Persija asal pengelola klub mau memberikan saham kepada Pemprov DKI. Kalau mau kita keluarkan duit buat Persija boleh, cuma sahamnya mana? Kalau kita yang keluar duit, kasih kita yang kelola dong, tegasnya.
Dia pun mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk prestasi Persija jika sahamnya tidak dimiliki oleh Pemprov DKI sebab Pemprov DKI tidak masuk dalam struktur organisasi. Kalau prestasinya (Persija) tidak benar, marahnya ke pengurus Persija dong. Jangan marah-marah ke kami, lontarnya. o day