Senin, 06 Juli 2015

Palak Sopir, Pak Ogah Jalan Plumpang Kian Meresahkan

Palak Sopir, Pak Ogah Jalan Plumpang Kian Meresahkan

Beritabatavia.com - Berita tentang Palak Sopir, Pak Ogah Jalan Plumpang Kian Meresahkan


Maraknya Pak ogak yang meminta sejumlah uang kepada setiap pengendara terutama mobil boks, truk dan kontainer yang melintas di jembatan Plumpang, ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Maraknya Pak ogak yang meminta sejumlah uang kepada setiap pengendara terutama mobil boks, truk dan kontainer yang melintas di jembatan Plumpang, Semper, Rawabadak Selatan, Koja, dikeluhkan warga. Pasalnya, selain memaksa pengedara untuk memberikan uang keberadaan juga menimbulkan kemacetan.

Untuk itu pengendara dan warga yang melintas di sekitar lokasi berharap kepada aparat segera menertibkan. Sebab keberadaannya terutama sore hari menjelang malam selalu banyak dan rata-rata anak-anak di bawah umur.

Permintaan ini disampaikan ke redaksi Pos Kota melalui aspirasi warga dengan isi. "Yth. Bapak Kapolres Jakarta Utara dan jajarannya, Kasudin Sosial Jakarta Utara dan jajarannya. Mohon tertibkan pak ogah di jembatan Plumpang Semper pada malam hari, karena sangat mengganggu pengguna jalan baik pengendara maupun pejalan kaki, terutama pada karyawan atau karyawati yang pulang malam hari karena rawan pemalakan dan penjambretan bahkan pelecehan kepada karyawati yang sedang melintas.  Terima kasih. (081380345xxx)".

Menanggapi permintaan itu Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi berjanji akan secepatnya menertibkannya. Sebab jika ini dibiarkan dikhawatirkan jumlahnya akan semakin banyak.

"Ini tidak bisa dibiarkan, saya akan secepatnya meminta kepada Sudin Sosial dan Satpol PP untuk segera menggelar operasi disekitar lokasi,"kata Rustam Effendi.

Diungkapkan oleh Walikota, memang dengan maraknya Pak Ogah di sekitar lokasi itu tentu membuat rawan aksi kriminalitas. Bahkan maraknya Pak Ogah ini juga pihaknya juga sering mendapat keluhan dari masyarakat terutama karyawati yang pulang malam.

Bukan hanya itu, situasi macet yang ada di sepanjang jalan tersebut juga dimanfaatkan oleh mereka meminta-minta kepada pengendara terutama truk, kontainer dan mobil boks. "Sebenarnya saya sudah minta kepada Sudin Sosial untuk menertibkannya, tapi entah kenapa sampai saat ini belum juga. Maka dari itu saya minta hari ini Senin (6/6) mereka harus dirazia," tegasnya.

Sutarno,43, sopir kontainer juga mengaku sangat resah dengan keberadaan mereka. Sebab banyaknya Pak Ogah ini bukan membuat arus lalulintas lancar tapi malam macet.

"Mereka itu rata-rata anak-anak di bawah umur meminta uang dengan cara bergerombol. Keberadaan mereka sudah lama tapi sampai sekarang belum ada tindakan dari aparat terkait,"terangnya. o pko

Berita Lainnya
Sabtu, 28 September 2019
Kamis, 26 September 2019
Minggu, 22 September 2019
Jumat, 20 September 2019
Senin, 16 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Sabtu, 14 September 2019
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019
Kamis, 05 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Senin, 02 September 2019