Minggu, 23 Agustus 2015

IPW :Gubernur Ahok Bantu TNI-Polri Rp 100 M

IPW :Gubernur Ahok Bantu TNI-Polri Rp 100 M

Beritabatavia.com - Berita tentang IPW :Gubernur Ahok Bantu TNI-Polri Rp 100 M

Kapolri Jenderal Badroeddin Haiti didesak untuk menjelaskan secara transparan mengenai bantuan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) kepada ...

Ist.
Beritabatavia.com - Kapolri Jenderal Badroeddin Haiti didesak untuk menjelaskan secara transparan mengenai bantuan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) kepada jajaran kepolisian. Polri juga diminta agar mengembalikan bantuan dana tersebut kepada Ahok untuk diberikan kepada warga Kampung Pulo yang digusur tanpa dibayar ganti rugi bangunannya oleh Gubernur Jakarta itu.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane,  menilai, warga Kampung Pulo lebih menderita dari pada jajaran TNI dan Polri yang menerima bantuan dana dari Ahok tsb. Warga Kampung Pulo lebih memerlukan dana bantuan dari pada TNI-Polri yang memang sudah mendapat anggaran dana yang cukup besar dari negara.

" Lebih baik Ahok bantu warga khususnya yang menolak pindah ke Rusunawa, agar warga bisa menyewa rumah ditempat lain, karena mereka tidak mendapat ganti rugi bangunan. Sedangkan warga yang pindah ke rusunawa bisa menggunakannya untuk membayar sewa setiap bulannya," kata Neta Pane, Minggu (23/8).

Sementara, dari hasil  penelusuran IPW, tahun 2015 ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menggelontorkan dana hibah kepada tujuh institusi militer dan satu institusi kepolisian. Yakni, Kostrad menerima Rp 30 miliar, Mabes TNI Rp 15,2 miliar, TNI AD Rp 3,2 miliar, Kodam Jaya Rp 38,6 miliar, Kopassus Rp 750 Juta, Koarmabar TNI AL Rp 5,9 miliar, Koops TNI AU Rp 4,8 miliar, dan Brimob Polda Metro Jaya Rp 3,1 miliar.

Dana hibah diberikan untuk pembelian fasilitas dan perlengkapan dalam mengamankan Jakarta, khususnya ketika terjadi huru-hara. Aneh juga jika Ahok sudah mengantisipasi akan terjadinya huru hara di Jakarta, sementara Polri selalu mengatakan Jakarta akan selalu aman.

IPW berharap masing-masing institusi bersikap transparan dalam memaparkan penerimaan dana dari Ahok ini dan kemudian mengembalikannya kepada Ahok. Sangat ironis, jika ada warga yang digusur Ahok tanpa ganti rugi, sementara TNI Polri menerima dana hibah begitu besar dari Ahok. Jika hal ini yang terjadi, masihkah Polri punya kebanggaan dengan slogannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

IPW juga berharap jajaran kepolisian bisa bersikap netral dan profesional dalam menyikapi hubungan Ahok dengan warga Jakarta, khususnya Kampung Pulo, meski Polri sudah menerima bantuan dana dari
Ahok. Dan untuk menghindari tudingan negatif,  sebaiknya TNI-Polri segera mengembalikan dana bantuan itu ke Ahok dan menyarankan Ahok agar dana itu diserahkan kepada warga Kampung Pulo. O son

Berita Lainnya
Jumat, 20 September 2019
Senin, 16 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Sabtu, 14 September 2019
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019
Kamis, 05 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Senin, 02 September 2019
Sabtu, 31 Agustus 2019
Jumat, 30 Agustus 2019
Rabu, 28 Agustus 2019