Kamis, 17 September 2015

LRT Kurangi 30 Persen Kemacetan

LRT Kurangi 30 Persen Kemacetan

Beritabatavia.com - Berita tentang LRT Kurangi 30 Persen Kemacetan



Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Ellen Tangkudung  mengatakan, rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ...

Ist.
Beritabatavia.com -

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Ellen Tangkudung  mengatakan, rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangunan transportasi kereta ringan layang atau light rail transit (LRT) tidak dapat berdiri sendiri. Ia menjelaskan, untuk mengurangi kemacetan di Jakarta, LRT harus integrasi dengan transportasi umum lainnya. Dalam hal ini, Ellen juga mempertanyakan, apakah pembangunan LRT sudah masuk dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW).

"Jaringan LRT telah diselarahkan dengan rencana induk transportasi belum, akan dijadikan tulang punggung transportasi publik atau hanya pendukung," ujar Ellen dalam dialog terbuka yang di kantor DKTJ, Jakarta, Kamis (17/9).

Menjawab hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, untuk mengefektifkan transportasi ini, maka akan ada integrasi dengan transportasi publik di Jakarta. Oleh sebab itu, moda transportasi publik seperti Mass Rapit Transit (MRT), LRT dan Bus Rapit Transit (BRT) atau Transjakarta harus bersinergi.

Sejauh ini pihaknya mengharapkan LRT mengurangi kemacetan sampai 30 persen.Apabila ketiga transportasi publik ini berjalan baik, maka pengguna kendaraan pribadi baik  sepeda motor dan mobil akan berkurang masuk ke Jakarta. Oleh sebab itu, kendaraan roda dua rencanaan dilarang melintas dijalur yang ada tiga moda transportasi tersebut.

"Park and ride, agar kendaraan ga masuk ke dalam kota. Sehingga mereka bisa gunakan LRT, BRT, MRT. Kalau itu tidak kita siapkan, ya sama saja, banyak sekali kendaraan pribadi yang masuk ke dalam kota," ujar Andri yang hadir dalam diskusi.

Sedangkan untuk memindahkan pengguna mobil pribadi, Andri akan menaikkan tarif parkir. Ia mengatakan, parkir off street atau didalam gedung sudah tidak dapat menampung kendaraan. Oleh sebab itu, 378 titik parkir on sreet akan dilelang. Retribusi yang digunakan juga sesuai  tarif pasar. Pemprov DKI juga harus melakukan peningkatan kapasitas jaringan seperti pelebaran jalan, pengembangan jaringan jalan dan pedestrian.

Andri juga mengatakan, apabila sejumlah angkutan umum di Jakarta sudah dibayar dengan rupiah per kilometer, nantinya tidak ada bus yang ngetem."Iya betul. Masa kita ngelarang masyarakat tapi kita tidak bisa menyediakan transportasi publiknya, sebagai solusi masyarakat mau dikemanain itu," pungkasnya

Kepala Unit Pengelola LRT, Benhart Hutajulu mengatakan, bahwa pembangunan LRT sudah dideklare oleh Pemprov DKI sejak 2007. Rapat terakhir yang ditugaskannya adalah, dengan LRT Jakarta harus terintegrasi dengan kereta api dan kommuter line Jakarta."Pergubnya minggu-minggu ini sudah bisa keluar. Kita diminta melaporkan perkembangan LRT selama dua kali seminggu," ujarnya. o sho


Berita Lainnya
Kamis, 26 September 2019
Minggu, 22 September 2019
Jumat, 20 September 2019
Senin, 16 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Sabtu, 14 September 2019
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019
Kamis, 05 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Senin, 02 September 2019
Sabtu, 31 Agustus 2019