Rabu, 07 Oktober 2015

Akhir Oktober, Pendataan Kawasan Kumuh Tuntas

Akhir Oktober, Pendataan Kawasan Kumuh Tuntas

Beritabatavia.com - Berita tentang Akhir Oktober, Pendataan Kawasan Kumuh Tuntas


Sejak awal September 2015, camat dan lurah diinstruksikan mendata kawasan kumuh di wilayahnya masing-masing. Ditargetkan pendataan kawasan kumuh ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Sejak awal September 2015, camat dan lurah diinstruksikan mendata kawasan kumuh di wilayahnya masing-masing. Ditargetkan pendataan kawasan kumuh di Jakarta dapat rampung pada akhir Oktober ini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan para camat dan lurah masih dalam proses melakukan pendataan kawasan kumuh diwilayahnya masing-masing. Dia mengharapkan dalam beberapa pekan ini, data kawasan kumuh di Jakarta sudah terlihat.

"Saya lagi nunggu, minggu terakhir bulan ini, datanya akan disampaikan kepada kami. Ya akhir Oktober ini akan disampaikan data kawasan kumuh," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (7/10).

Bila data kawasan kumuh tersebut sudah didapatkan, maka data itu akan digunakan untuk pembenahan pemukiman kawasan tersebut. Termasuk pembenahan sanitasi dan penyediaan air bersih bagi warga yang tinggal di kawasan kumuh.

"Kemarin kan kita memperingati Hari Habitat Internasional. Nah kita mau sesuaikan datanya dengan memetakan rumah-rumah kumuh. Kemudian kita akan konsentrasi pembenahan kawasan kumuh, termasuk juga sanitasi dan penyediaan air bersihnya," ujar mantan Wali Kota Blitar ini.

Dalam data tersebut, lanjutnya, akan diketahui lingkungan masyarakat mana yang dapat dipindahkan ke rumah susun dan yang perlu dibangunkan kompleks perumahan seperti Kampung Deret.

"Ini membutuhkan data yang akurasinya tepat. Jadi tunggu pemetaan yang sudah dilakukan oleh teman-teman di kelurahan dan kecamatan," paparnya.

Seperti diketahui, untuk memulai penataan permukiman kumuh di Jakarta melalui program 100-0-100. Djarot telah menginstruksikan lima wali kota melakukan pendataan permukiman kumuh di wilayahnya masing-masing.

Data itu akan digunakan untuk menentukan langkah-langkah strategis penanganan dan penataan permukiman kumuh di Jakarta. Seluruh langkah-langkah strategis ini akan mulai dilakukan pada tahun 2016 mendatang secara bertahap selama empat tahun. Sehingga target Jakarta Bebas Kawasan Kumuh pada tahun 2019 dapat tercapai.

Pendataan yang dilakukan harus berbasis wilayah Rukun Warga (RW). Artinya satu RW harus diketahui ada beberapa banyak titik lokasi kumuh dan jumlah penduduk yang hidup dikawasan tersebut.

Kemudian juga harus diketahui bagaimana konstruksi bangunan, ventilasi, dan drainase. Termasuk suasana di lokasi kumuh itu apakah sempit, bau dan banyak nyamuk, sampai sanitasi, penyediaan air bersih, pengelolaan sampah dan penerangan. o day





Berita Lainnya
Kamis, 26 September 2019
Minggu, 22 September 2019
Jumat, 20 September 2019
Senin, 16 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Sabtu, 14 September 2019
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019
Kamis, 05 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Senin, 02 September 2019
Sabtu, 31 Agustus 2019