Senin, 30 November 2015

Ahok: Direksi Transjakarta Payah

Ahok: Direksi Transjakarta Payah

Beritabatavia.com - Berita tentang Ahok: Direksi Transjakarta Payah

Akibat bus Transjakarta bernomor polisi B 7031 IS  kecelakaan dengan sepeda motor Supra X 125 B 6897 UPW di Jl. Jembatan Batu samping Stasiun ...

Ist.
Beritabatavia.com - Akibat bus Transjakarta bernomor polisi B 7031 IS  kecelakaan dengan sepeda motor Supra X 125 B 6897 UPW di Jl. Jembatan Batu samping Stasiun Beos arah Mangga Dua, Minggu (29/11/2015). Ini merupakan kasus kecelakaan kedua setelah sehari sebelumnya, Sabtu (28/11/2015), bus Transjakarta menabrak kereta Commuter Line di Kedoya, Jakarta Barat, diduga akibat kelalaian sopir, membuat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geregetan.

Mantan Bupati Belitung Timur juga memastikan segera mengevaluasi direksi PT Transjakarta menyusul kembali terjadinya kasus kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta. "Payah lah direksi kita ini payah. Pasti evaluasi, tahun depan semua. Kalau nggak bisa kasih yang optimal betul ya cuci gudang semua," katanya, di Balaikota DKI Jakarta,  Senin (30/11/2015),

Ahok pun mengancam akan merombak direksi PT Transjakarta. Sehingga pembenahan dapat mudah dilakukan. "Kalau cuci gudang direksi lebih gampang. Karena 100 persen punya kita, tinggal saya tandatangan saja selesai. Nggak perlu rapat-rapat juga karena semuanya kita bisa panggil," sambungnya.

Ahok mengaku sudah berkali-kali mengingatkan kepada Direksi Transjakarta lebih selektif memilih operator untuk pengadaan bus Transjakarta. Ahok mengingatkan apabila operator pengadaan bus itu nakal sebaiknya Direksi PT Transjakarta membeli bus sendiri.

"Makanya saya katakan kalau operator nakal, sekarang logika begini, saya udah bilang sama direksi, operator punya bus, ngutang bank enggak? Ngutang bank, leasing. Dia kenapa diyakinin dikasih kredit dari bank? Karena ada jaminan bayar dari kami," ucapnya.

"Apakah ada jaminan penumpang? Enggak, jaminan karena ada sistem pembayaran rupiah per kilometer. Kalau begitu, servis di ATPM. Kenapa TransJakarta enggak beli bus sendiri? Dia aja ngutang mampu, masa kita enggak bisa? Kita punya bank juga, duitnya ada. Jadi ngapain operator yang nakal-nakal? Sekarang kamu berani enggak, hukum operator dicabut kontraknya? Enggak berani, karena kamu enggak punya bus. Enggak cukup bus kamu," paparnya.

Dilanjutkan, sudah memerintahkan Direksi Transjakarta untuk membeli bus sendiri. Ahok mengaku sangat mendukung pembelian bus itu dilakukan sendiri oleh PT Transjakarta. "Jadi sanksi yang tepat itu harusnya dicabut kontak operator ini. Cuma kan dihitung, kalau kamu cabut, terbengkalai enggak pengangkutan? Terbengkalai," katanya.

Dirinya pun menegaskan Direksi TransJakarta harus segera membeli bus yang sesuai dan cukup untuk beroperasi. "Kalau operator banyak silakan saja, kita mau bikin 24 jam. Anda mau Rp 3,5 triliun subsidi juga enggak apa-apa. Asal orang Jakarta, Tangerang, Depok, sekitarnya naik busnya murah," tandasnya.

Seperti diketahui, pada 1 Januari 2015 pengelolaan TransJakarta dialihkan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Saat masih di bawah BLUD, dipimpin oleh para pejabat dari Dinas Perhubungan dan Transportasi. o day


Berita Lainnya
Sabtu, 28 September 2019
Kamis, 26 September 2019
Minggu, 22 September 2019
Jumat, 20 September 2019
Senin, 16 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Sabtu, 14 September 2019
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019
Kamis, 05 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Senin, 02 September 2019