Rabu, 20 Januari 2016

Gubenur DKI: Binasakan Saja Penjahat Narkoba

Gubenur DKI: Binasakan Saja Penjahat Narkoba

Beritabatavia.com - Berita tentang Gubenur DKI: Binasakan Saja Penjahat Narkoba

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kesal maraknya para pengedar narkoba, seperti yang ditemukan polisi saat melakukan penyergapan di ...

Ist.
Beritabatavia.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kesal maraknya para pengedar narkoba, seperti yang ditemukan polisi saat melakukan penyergapan di Kampung Berlan, Jakarta Timur. Kampung Jakarta harus bersih narkoba. Ini tugas RT, RW Lurah dan Camat untuk mengawasi warganya agar tidak terjerat kasus narkotika, apalagi sampai menggelar Pesta Narkoba.

"Saya sudah kasih Peraturan Gubernur (Pergub) ke lurah boleh memberhentikan Ketua RT/RW yang tidak peduli warganya!" ujarnya ditemui usai peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Anggrek, Bintaro, Jakarta Selatan, Rabu (20/1/2016).

Beleid yang dimaksud Ahok tertuang dalam Pergub Nomor 168 Tahun 2014 tentang Pedoman RT/RW. Dalam peraturan itu disebutkan, Ketua RT atau RW bisa diberhentikan sesuai dengan keputusan lurah setempat. "Lebih baik saya tunjuk saja ibu-ibu PKK atau posyandu yang memperhatikan RPTRA. Mereka cocok menjadi Ketua RT/RW, ini akan jauh lebih baik," imbuhnya.

Dikatakan, sudah menjadi kewajiban lurah beserta jajaran bawahnya, yaitu Ketua RT/RW, untuk mengawasi aktivitas warga di lingkungannya dan segera melapor jika ada yang mencurigakan. Bahkan sudah hampir kehabisan cara untuk mengatasi masalah kampung-kampung di Jakarta yang menjadi sarang pengedar narkoba.  "Pembinaan udah, ditangkap udah, makanya binasakan!" katanya lagi.

Gubernur DKI mengaku sudah menginstruksikan pejabat wilayah di Jakarta Timur untuk membantu polisi menangkap jaringan gembong narkoba di kawasan tersebut. "Kasus penggerebekan di Berlan itu kan berawal dari camat yang mau periksa kos-kosan, ternyata ketemu ada narkoba. Kami gak berpikir di sana ada sekelompok besar, makanya polisi tidak siap 100%," katanya.

Dilanjutkan kasus penggerebekan berujung tewasnya anggota Polres Jakarta Pusat Bripka Taufik Hidayat pasti dijadikan sebagai pengalaman bagi pejabat wilayah dan kepolisian setempat untuk meningkatkan pengamanan. Juga meminta jajarannya untuk mengecek siapa saja masyarakat yang terlibat kasus ini. Pasalnya, Ahok curiga ada warga pembela kelompok gembong narkoba di wilayah Berlan, Matraman, Jakarta Timur.

"Kami juga akan cek nih ada warga yang terlibat apa enggak. Termasuk RT/RW. Masak mereka gak tahu kalau di situ orang pada pakai sabu. Kerja ga tuh kalau gitu?. Tak akan memberi ampun jika ada warga yang ketahan menggunakan bahkan menjual obat-obatan terlarang di lingkungannya. Menurutnya, Pemprov DKI sudah lelah membina para warga maupun pendatang yang diduga terlihat praktik jual-beli narkoba tersebut. "Tangkap saja udah. Binasakan," ungkapnya mengulang.

Empat orang anggota reserse narkoba dikeroyok oleh sejumlah orang di Kampung Berlan saat tengah melakukan operasi penangkapan pengedar narkoba, Senin  (18/1/2016).
Saat itu, anak tersangka berteriak sesaat setelah melihat anggota polisi yang masuk ke rumahnya. Tak lama kemudian, sejumlah orang datang dan mengeroyok polisi.

Keempat anggota polisi yang dalam keadaan terluka diceburkan ke Kali Manggarai tepat di belakang rumah tersangka. Tiga di antaranya selamat, dan langsung dirawat di rumah sakit.

Sementara, seorang anggota lainnya, yaitu Bripka Taufik Hidayat ditemukan dalam keadaan maninggal dunia kemarin siang. Sementara satu orang informan bernama Sebi juga ditemukan tewas pagi tadi.

Polisi pun mengimbau para pelaku pengeroyokan di Berlan untuk menyerahkan diri. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan, akan menindak tegas pelaku pengeroyokan di lapangan jika tidak menyerahkan diri.
"Kami sudah kantongi lima nama," ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Saat ini polisi sudah menangkap empat orang terkait dengan kejadian ini, dua diantaranya merupakan pelaku narkoba, satu anak perempuan pelaku dan satu orang ibu yang berada di rumah tersebut saat kejadian berlangsung. o end

Berita Lainnya
Kamis, 26 September 2019
Minggu, 22 September 2019
Jumat, 20 September 2019
Senin, 16 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Sabtu, 14 September 2019
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019
Kamis, 05 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Senin, 02 September 2019
Sabtu, 31 Agustus 2019