Kamis, 07 April 2016

Ahok Murka Ditanya Wartawan Al Jazeera

Ahok Murka Ditanya Wartawan Al Jazeera

Beritabatavia.com - Berita tentang Ahok Murka Ditanya Wartawan Al Jazeera


 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok murka  saat wartawati media asal Qatar, Al Jazeera, menanyainya soal rencana ...

Ist.
Beritabatavia.com -
 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok murka  saat wartawati media asal Qatar, Al Jazeera, menanyainya soal rencana pelaksanaan pameran rokok World Tobacco Process and Machinery (WTPM) di Jakarta,  acara yang bakal berlangsung pada 27-28 April 2016.

"Pameran  itu tidak perlu dilarang. Anda orang asing semua, jangan menjajah kami dengan pikiran yang konyol. Anda masukkan semua produk farmasi dan rokok sintetis. Pernah teliti enggak tuh, bisa bikin kanker apa enggak? Jadi asing jangan atur-atur Indonesia," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (7/4).

Kejadian itu berlangsung tatkala Ahok tengah menemui perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di pendopo Balai Kota. Kepada Ahok, kelompok mahasiswa tersebut memprotes wacana penyelenggaraan WTPM. Mereka menilai, acara itu akan mempopulerkan konsumsi rokok.

Menurut para mahasiswa itu, acara WTPM bertolak belakang dengan penelitian yang menyebut rokok berdampak buruk bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Setelah berdialog sekitar 15 menit, diskusi antara Ahok dan mahasiswa UI menemui jalan buntu. Ahok bersikukuh, pameran rokok sah digelar karena tidak ada aturan yang melarang hal itu.

Sebagai pemimpin, Ahok berkata, ia tidak bertugas untuk mengakomodasi kepentingan satu kelompok tertentu. Sebagai gubernur, kata Ahok, ia harus bersikap adil bagi semua kelompok. "Kenapa jadi agen asing untuk melarang mesin rokok? Siapa yang menyetop pameran mesin rokok karena ada pesanan asing? Enak saja lu ngatur," ujar Ahok.

Di luar wacana penyelenggaraan WTPM, Ahok sepakat dengan pembatasan lokasi merokok. "Saya waktu muda tidak suka ke diskotik juga gara-gara asap rokok. Saya tidak tahan kalau di dalam ruangan ada asap rokok," katanya.

Ahok berpendapat, industri rokok eksis karena memiliki banyak konsumen. Alhasil, kebutuhan untuk membeli mesin rokok pun masih ada. Ahok juga menimbang kesejahteraan para petani tembakau dan pekerja pabrik rokok jika industri rokok dimatikan. "Kenapa enggak sekalian aja bikin solusi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) agar dunia tidak boleh merokok. Baru saya larang merokok," katanya. o cio
Berita Lainnya
Sabtu, 28 September 2019
Kamis, 26 September 2019
Minggu, 22 September 2019
Jumat, 20 September 2019
Senin, 16 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Sabtu, 14 September 2019
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019
Kamis, 05 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Senin, 02 September 2019