Beritabatavia.com -
Cupet, sering digunakan untuk mengatakan kurang sesendok bagi orang-orang yang sedikit kurang pas atau ada sedikit hal aneh yang belum bisa diterima sebagai sebuah kewajaran.
Demikian halnya dalam birokrasi.Cupet dalam pemikiran, cupet dalam pekerjaan,cupet dalam pelayanan semua sudah dilaksanakan,namun tidak enak dilihat apalagi dirasakan. Apalagi produk pemaksaan lebih membingungkan dan bisa saja lebih menyakitkan.
Birokrasi yang cupet akan direfleksikan kepemimpinan yang cupet. Kebijakannya pating pringkil, pating prethil tidak nyambung satu dengan lainya. Sulit dikatakan visioner karena semua yang diputuskan atas perintah, demi kepentingan ini dan itu, bukan dari mimpi atau keinginan untuk memperbaiki atau membawa kemajuan.
Tatkala yang memerintah lupa, atau kepentinganya hilang tidak nampak maka akan kembali lagi seperti yang dulu. Apa yang dilakukan juga ngapret semua, wagu, bahkan bisa dikatakan saru.
Demikian halnya dalam bidang administrasi dari yang direncanakan sampai dengan yang dipertanggungjwbkan juga pating slawir tidak jelas atau juga parsial.
Di bidang operasional pun cupet apa yang sering dipromosikan sebagai sesuatu yang prima. Bisa bisa pelayananya dikategroikan sebagai malpraktek.
Cupet bukan berarti tidak ada, ada hanya kurang sesendok. Kerja sudah ada dilaksanakan,hasilnya ada dan bisa dipertanggungjawabkan.Lagi- lagi karena cupet semua serba kurang sesendok.
Sistem Online
Di era digital birokrasi cupet akan menjadi kendala dan wajib menggunakan system -sistem online. Spiderman tokoh superhero yang bisa mengeluarkan jarring laba-laba kemana sasaran yang ia tuju. Bisa sebagai senjata sekaligus sarana menolong untuk membasmi kejahatan.
Demikian juga dengan sistem on line, sebagai sistem terhubung secara elektronik yang dapat digunakan: 1)
mempersingkat waktu,2) membuat lebih transparan dan akuntabel, 3)memangkas birokrasi dan 4) penghematan, 5) pengawasan dan 6) meminimalisir peluang penyimpangan.
Cara-cara on line ini sangat tepat untuk era digital sekarang ini karena dapat memberikan pelayanan prima. Sistem on line akan membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik, menggalakkan inisiatif anti korupsi, mereformasi birokrasi. Sistem ini akan memangkas kinerja para mafia birokrasi yang memanfaatkan system -sistem yang manual atau konvensional.
Sistem-sistem on line akan memangkas para calo, broker, dan membuat masyarakat memahami kewajiban, hak dan tanggungjawabnya sekaligus.
Apa yang bisa di on linekan? Pekerjaan-pekerjaan dalam birokrasi bisa di online kan dari kepemimpinan yang system-sistem perintah, laporan, penjabaran kebijakan hingga pengawasan bisa dilakukan dalam sistem email atau dengan aplikasi-aplikasi.
Pada bidang administrasi misalnya untuk menangani SDM dengan sistem on line bisa digunakan untuk seleksi, pendidikan, penilaian kinerja, memberikan reward dan punishmen, penggunaan hingga pengakhiran tugas.
Kesemuanya itu bisa dipertanggungjawabkan secara administrasi,kompetensi, fungsional, hokum bahkan moral. Untuk operasional bisa dilakukan dengan system-sistem yang terkoneksi dalam pengawasan untuk kecepatan respon, emergency hingga penegakkan hukum.
Membangun sistem on line merupakan suatu pembudayaan kompetensi dengan kesadaran. Masalah mendasarnya adalah mau atau tidak. Birokrasi yang cupet birokrasi yang waton regudag regudug (nginthili ndoronya), dan dengan lantang membebek wek wek wek wek weeeeekkkkkkkkkkkkk......lupa kalau celananya sobek.O Kombes DR CdL