Minggu, 05 Juni 2016 16:51:00

Nokia Sindrom

Nokia Sindrom

Beritabatavia.com - Berita tentang Nokia Sindrom

Pada masanya, nyaris seluruh manusia di muka bumi ini mengenal dan  menggunakan alat komunikasi hand phone (HP) merek nokia.Bahkan, di negeri ...

Nokia Sindrom Ist.
Beritabatavia.com - Pada masanya, nyaris seluruh manusia di muka bumi ini mengenal dan  menggunakan alat komunikasi hand phone (HP) merek nokia.Bahkan, di negeri ini, boleh dikatakan, alat komunikasi nokia menjadi HP sejuta umat.

Sayangnya, hanya beberapa tahun berselang Nokia kalang kabut menghadapi gempuran-gempuran bisnis merek lainnya yang memiliki kelebihan dan kecanggihan serta dilengkapi berbagai aplikasi dengan smart phone nya.

Nokia berpuas diri dengan kondisinya yang sedang menikmati kejayaan. Nokia  beranggapan semua sudah berada dalam genggamanya.Nokia tidaklah salah, hanya lambat atau tidak melakukan perubahan yang sinifikan, sehingga semua pelanggannya berbalik dan beralih ke lain hati yaitu ke merek lainnya. Kondisi itu membuat Nokia terhenyak dan tak lagi sempat berubah hingga akhirnya tak berdaya karena ditinggal konsumennya.

Bagaimana dengan birokrasi yang seringkali merasa berpuas diri? Dengan lantang mendeklarasikan kebanggaanya karena merasa disenangi pimpinan, atau mendapat restu dan diback up full dari dalam.

Sehingga lupa diri bahkan anti perubahan. Apa yang dikerjakan hanya demi menyenangkan pimpinan dan sebatas pada perintah-perintah semata. Tiada hal baru, bahkan terkesan itu-itu saja hingga hari berganti, bulan dan tahun pun berubah.

Bagi birokrasi yang tidak peka dan tidak peduli akan perubahan, apalagi anti perubahan, dipastikan tidak akan mendapatkan kepercayaan atau trust dari masyarakat.Semua menjadi narsis pada leader masing-masing, yang direfleksikan dalam berbagai produknya.

Apa yang dialami nokia akan juga dialami birokrasi. Tidak dipercaya dan akan ditinggalkan. Tatkala memaksakan bertahan dengan pola dan  cara lama. Maka perubahan akan dipaksa dari luar yang lebih menyakitkan dan  membuat birokratnya semakin terancam.

Perubahan adalah keniscayaan. Mau tidak mau harus dilakukan. Tatkala ketinggalan atau lambat melakukan perubahan maka akan ditinggalkan. Tatkala sebatas reaktif dengan perubahan, maka akan kelelahan dan pada titik tertentu juga akan ditinggalkan.

Sebaliknya, tatkala mampu melampaui dan melakukan perubahan maka akan terus bertahan dan terus menguasai berbagai perubahan.Semua ini tergantung dari pemimpin dan system-system pendukungnya.

Tatkala masih saja terus berpuas diri, narsis dan berkutat pada sebatas menjalankan perintah dan reaktif maka dalam waktu singkat kewenangan dan keberadaannya akan menguap satu persatu.

Nokia sindrom mengajarkan kita untuk terbuka, menjadi kreatif,inovatif, menjadi pembelajar dan terus berjuang melampaui serta menguasai perubahan.O Kombes DR CdL

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 26 Februari 2024
Kamis, 01 Februari 2024
Senin, 13 November 2023
Rabu, 12 April 2023
Senin, 03 April 2023
Selasa, 07 Maret 2023
Rabu, 15 Februari 2023
Senin, 06 Februari 2023
Kamis, 01 Desember 2022
Selasa, 21 Juni 2022
Rabu, 04 Mei 2022
Jumat, 29 April 2022