Beritabatavia.com -
Kursi sebagai ikon kedudukan, jabatan, kekuatan, kekuasaan. Tatkala dikoneksikan dengan mau menjadi kursinau, bisa di baca (kur-sinau). Sinau adala bahasa Jawa yang artinya belajar.
Kursinau hendaknya dapat dipahami para pejabat pemegang amanah kekuatan dan kekuasaan agar sadar dan bertanggung jawab bahwa dirinya adalah ikon pembelajaran bagi kehidupan.
Pembelajaran kehidupan yang ditunjukkan adalah bagaimana membawa yang dipimpinya menjadi semakin lebih baik, mampu serta layak diunggulkan. Pemimpin yang amanah akan merasa kepercayaanya adalah tanggungjawab baik secara administrasi, hukum, sosial bahkan secara moral sekalipun.
Pejabat yang amanah adalah pemimpin yang memiliki kepekan dan kepeduliaan akan upaya-upaya pemanusiaan manusia yang semakin utuh.
Lagu gundul-gundul pacul mengingatkan kita semua bahwa tatkala pemegang amanah gembelengan,lupa daratan dan tidak peduli kepada sesamanya(rakyatnya) maka apa yang dibawanya akan nglimpang. Segone dadi sak ratan (apa yang menjadi sumber daya tiada membawa manfaat dan lebih banyak mudaratnya).
Kapada siapapun yang menduduki kursi jabatan di level manapun, eling lan waspada adalah spiritnya untuk tidak lali jiwo alias gila. Apa yang diharapkan, apa yang dinantikan oleh banyak orang mampu diwujudkan.
Kursinau, mengingatkan kita semua bahwa menjadi pembelajar sangat penting untuk memperbaiki kesalahan masa lalu, siap di masa kini dan mampu menyiapkan bagi masa depan yang lebih baik.
Itulah ukuran bagi sang pemegang amanah untuk mempertanggungjawabkan penggunaan kekuatan dan kewenanganya. Sadar, tentang tanggungjawab serta disiplin sebagai keutamaanya.
Nasionalisme dan Patriotisme
Bangsa yang besar adalah bangsa yang warga dan aparaturnya memiliki nasionalisme dan patriotism yang tinggi.
Nasionalisme dapat dimaknai dari rasa bangga dan kecintaan terhadap bangsa dan negaranya. Patriotisme dapat dimaknai sebagai semangat berjuang, memperbaiki, membangun bahkan keberanian,kerelaan dan ketulusan berkorban demi bangsa serta negaranya.
Nasionalisme dan patriotism seorang pemimpin ditunjukkan dari,pikiran, perkataan dan perbuatannya yang selalu berorientasi demi kejayaan bangsa dan negaranya.
Pemimpin yang mengerahkan seluruh kemampuan sumber daya yang ada untuk mengukir prestasi cipta, karsa serta karyanya yang mengharumkan nama bangsa dan negaranya, demi kesejahteraan rakyatnya,
Pemimpin yang memiliki keberanian, ketekunan, kegigihan berjuang melawan kebodohan, keterbelakangan, KKN, berbagai benalu bagi bangsa dan negaranya. Pemimpin yang memiliki kemampuan untuk menemukan solusi-solusi yang terbaik untuk mencegah, memperbaiki,meningkatkan, membangun bagi hidup dan kehidupan rakyatnya semakin berkualitas dan sejahtera.
Nasionalisme dan patriotisme menjadi dasar untuk mereformasi para aparaturnya, sehingga mampu mengikis segala sesuatu yang menjadi hambatan bagi bangsa dan negaranya maju.
Tatkala pemimpin memiliki nasionalisme dan patriotisme, maka dia akan mampu membawa segenap aparturnya,untuk menjadikan bangsa yang besar, bermartabat dimata rakyatnya maupun dunia.O Kombes DR Chrysnanda DL