Selasa, 23 Agustus 2016

Ahok Tantang Orang Penyebar Ancaman

Ahok Tantang Orang Penyebar Ancaman

Beritabatavia.com - Berita tentang Ahok Tantang Orang Penyebar Ancaman

Gubenur DKI Jakarta, Basuki Thjahaja Purnama (Ahok), menantang para orang yang menyebar ancaman yang dianggap meresahkan, untuk bersaing pada Pilkada ...

Ist.
Beritabatavia.com - Gubenur DKI Jakarta, Basuki Thjahaja Purnama (Ahok), menantang para orang yang menyebar ancaman yang dianggap meresahkan, untuk bersaing pada Pilkada 15 Februari 2017. Karena dari situ nantinya bisa didapat siapa yang layak menang dan memimpin Jakarta.

"Jadi jangan menggertak saya. Kalau nggak suka dengan saya, silahkan kirim calon untuk melawan saya dan bersaing 17 Februari mendatang," Ahok usai meresmikan RPTRA Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (23/8).

Menurutnya, dengan melakukan persaingan baru bisa dikatakan beradab dan bukan pengecut. Terlebih selama ini, banyak ancaman yang mengatasnamakan suku, agama dan ras. "Itu semua melawan Undang-undang. Jadi saya tegaskan sekali lagi kalau ada yang menonton, para provokator itu itu otaknya dibelakang," tegas Ahok.

Mantan Bupati Bangka Belitung mengingatkan kepada provokator agar tidak melawan konstitusi yang ada di negeri ini. Karena menurutnya, konstitusi ditegakan dengan darah dan nyawa para pejuang. "Jadi jangan ada yang mau bongkar-bongkar fondasi dengan sombong," ujar Ahok.

Gubernur Ahok juga mengaku tak takut mendapat ancaman. Hingga saat ini ia pun sudah mendapat empat kali ancaman dari orang-orang yang tak suka dengannya. Ancaman itu muncul saat Ahok berencana akan meresmikan RPTRA yang beredar informasi akan adanya aksi penolakan warga.

Pasalnya, hingga saat ini sudah empat kali dirinya diancam dalam setiap akan menghadiri kegiatan. "Saya ini Gubernur DKI Jakarta, bukan Ahok, jadi saya nggak takut diancam. Saya ini pejabat negara, jadi jangan coba-coba mengancam saya," kata Ahok.

Menurutnya, ancaman itu sendiri sudah ia dapatkan ketika walikota Jakarta Timur, Bambang Musyawardhana melaporkan. Namun bukannya takut, ia pun tetap menghadiri peresmian RPTRA. "Karena saya pikir mengancam pejabat untuk bertugas itu melawan konstitusi, dan kami dipersenjatai dengan lengkap dan akan dilawan, itu sudah disumpah," tegasnya.

Sebelumnya beredar kabar, ratusan warga akan melakukan penolakan terhadap gubernur Ahok. Mereka menolak kedatangan gubernur DKI yang disebut arogan dan sombong untuk meresmikan RPTRA. Namun, hal tersebut tidak terbukti setelah ratusan petugas gabungan berjaga. o eee

Berita Lainnya
Kamis, 26 September 2019
Minggu, 22 September 2019
Jumat, 20 September 2019
Senin, 16 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Sabtu, 14 September 2019
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019
Kamis, 05 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Senin, 02 September 2019
Sabtu, 31 Agustus 2019