Sabtu, 17 Desember 2016

Mangkak 4 Tahun, Pembangkit Listrik dari Sampah akan Dibangun

Mangkak 4 Tahun, Pembangkit Listrik dari Sampah akan Dibangun

Beritabatavia.com - Berita tentang Mangkak 4 Tahun, Pembangkit Listrik dari Sampah akan Dibangun


Setelah terhenti selama empat tahun, pembangunan intermediate treatment facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara, dilanjutkan kembali. Perusahaan ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Setelah terhenti selama empat tahun, pembangunan intermediate treatment facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara, dilanjutkan kembali. Perusahaan asal Finlandia, Fortum digandeng untuk mengolah sampah produksi masyarakat ibukota ini.

Dilanjutkannya proyek bernilai investasi sebesar Rp3 triliun ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Jakarta Propertindo dan Fortum di Balaikota, Jumat (16/12).

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjanjikan proyek pembangunan ITF tidak lagi terhenti. Karena, kata dia, kali ini pembangunan ITF Sunter masuk dalam program nasional yang melibatkan sejumah lembaga negara. "Pak Presiden sudah keluarkan Perpresnya. Semua kementerian, seperti ESDM, Bappenas, dan lain-lainnya ikut mengawal project ini," kata Isnawa.

Rencana pembangunan ITF Sunter sudah dimulai sejak 2012. Namun, rencana itu tak berlanjut karena proses lelang yang gagal dilaksanakan.

Sampai akhirnya awal 2016, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah yang wajib diterapkan di tujuh kota di Indonesia, salah satunya Jakarta. Isnawa berjanji kegiatan pembangunan ITF Sunter bisa dimulai awal 2017. "Kalau beroperasinya diperkitakan 3 tahun lagi," ujar Isnawa.

Direktur Utama (Dirut) PT Jakpro, Satya Heragandhi mengatakan, terpilihnya Fortum untuk mengelola sampah dalam kota telah melalui lelang. "Kami mendapat mitra strategis Fortum dari Finlandia untuk pengerjaan proyek ITF Sunter," katanya usai penandatangan PKS di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (16/12).

Satya menjelaskan ITF Sunter akan dibangun dengan kapasitas pengelolaan sampah cukup besar antara 2.000-2.200 ton per hari. Volume sampah tersebut bisa menghasilkan energi listrik dengan kapasitas sebesar 40 mega watt (MW).

"Ini pertama kalinya dibangun di Jakarta. Nilai investasinya mencapai 220 juta dolar atau sekitar Rp 3 triliun," ucapnya.

Ia menambahkan, pembangunan ITF Sunter dilakukan dengan pola Build Operated Transfer (BOT) selama 25 tahun. Nantinya PT Jakpro dan Fortum akan membentuk usaha Joint Venture (JV) dengan porsi saham mayoritas dipegang PT Jakpro."Kita akan segera mengerjakan Feasibility Study (FS) untuk mewujudkan pembangunan ITF Sunter," pungkasnya.o pko




Berita Lainnya
Rabu, 02 Oktober 2019
Selasa, 01 Oktober 2019
Sabtu, 28 September 2019
Kamis, 26 September 2019
Minggu, 22 September 2019
Jumat, 20 September 2019
Senin, 16 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Sabtu, 14 September 2019
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019
Kamis, 05 September 2019