Beritabatavia.com -
Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP-BSB) Andi Arief meminta Pemprov DKI segera mempercepat pembuatan mikrozonasi gempa di wilayah DKI Jakarta. Sehingga dengan peta tersebut, pemerintah mendapatkan data yang lengkap tentang potensi kegempaan, serta informasi rinci lainnya seperti tingkat kelabilan tanah dan intensitas pergeseran batuan dasar.
Hal tersebut diungkapkan Andi Arief terkait ambrolnya Jl RE Martadinata di Jakarta Utara beberapa waktu lalu. Menurutnya, sudah saatnya Pemda DKI memberikan perhatian yang lebih pada pandangan para ahli terkait dengan kerawanan kondisi tanah di ibukota saat ini. Sejak awal, para ahli sudah memberikan peringatan bahwa Jakarta Utara mengalamai penurunan tanah sekitar 12 hingga 26 centimeter per tahun. Apabila pembangunan infrastruktur maupun pemukiman mengesampingkan hal tersebut, dampaknya justru akan merugikan kita sendiri, kata Andi Arief, Jumat (17/9).
Karena itu, Andi menyarankan agar Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta segera mengundang para ahli yang terlibat dalam penyusunan Peta Seismic Hazard 2010 (Peta Bahaya Kegempaan 2010) untuk dapat mengeksplorasi lebih jauh tentang perihal peta mikrozonasi gempa tersebut.
Andi percaya bahwa keberadaan peta mikrozonasi gempa akan membantu Pemprov DKI Jakarta memitigasi kemungkinan terjadinya peristiwa ambrolnya jalan atau amblesnya bangunan di masa depan. Sehingga, terjadinya peristiwa serupa dengan ’Ambrol Martadinata’ diharapkan dapat dihindari.
Peta mikrozonasi gempa, kata Andi juga akan memandu Pemprov DKI dalam membuat emergency plan guna mempersiapkan langkah-langkah darurat apabila terjadi bencana yang terkait dengan kondisi tanah dan gempa. Jakarta memiliki banyak fasilitas dan gedung gedung vital, sehingga perlu dipersiapkan langkah-langkah darurat kebencanaan. Emergency plan akan mempermudah pemerintah dalam memastikan keamanan infrastruktur penting seperti perbankan, telekomunikasi, dan internet, ujar Andi Aief. O son