Jumat, 27 Juli 2018

Jelang Asian Games, Tiga Persoalan Hantui DKI

Jelang Asian Games, Tiga Persoalan Hantui DKI

Beritabatavia.com - Berita tentang Jelang Asian Games, Tiga Persoalan Hantui DKI

Asian Games 2018 tinggal menghitung hari. Namun hingga kini ada tiga persoalan yang menghantui DKI Jakarta sebagai tuan rumah Pesta akbar olahraga se ...

Ist.
Beritabatavia.com - Asian Games 2018 tinggal menghitung hari. Namun hingga kini ada tiga persoalan yang menghantui DKI Jakarta sebagai tuan rumah Pesta akbar olahraga se Asia. Tiga masalah itu: kualitas udara, kemacetan, dan kualitas lingkungan, termasuk sungai.

"Pemerintah DKI masih punya kesempatan untuk segera memperbaikinya dalam 21 hari menjelang pembukaan Asian Games. Meski INASGOCtidak memiliki kewenangan untuk menilai persoalan itu, namun meyakini pemerintah DKI memiliki terobosan," papar Ketua Panitia Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Jumat (27/7/2018).

INASGOC, kata Erick, sedang fokus menyiapkan tenda makan atlet. Para panitia juga kini berbagi tugas dalam melakukan pengawasan. Misalnya, Wakil Ketua Inasgoc Sjafrie Sjamsoeddin mengecek penyediaan WiFi, Sekretaris Jenderal INASGOC Eris Herryanto mengecek venue pertandingan. "Saya cek langsung opening ticketing. Intinya kita terkonsolidasi," katanya.

Menjelang Asian Games 2018, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Karliansyah mengatakan sedang berusaha menurunkan partikular mikro 2,5 di udara Jakarta dan Palembang.

Dia menjelaskan beberapa upaya yang sedang dilakukan. "Untuk Jakarta, karena ada pengaruh dari pembangunan infrastruktur. Memang rata-rata angkanya masih di 38 mikrogram per meter," kata Karliansyah

Kondisi udara dan persebaran partikular mikro, ujar Karliansyah, berkaitan dengan kebugaran atlet saat bertanding. Sehingga, dia mengusahakan untuk menurunkan PM 2,5 di Jakarta. Rata-rata angka partikular mikro 2,5 di Jakarta, per harinya 40 mikrogram per meter kubik. Padahal, menurut standar kesehatan WHO, angka batas PM 2,5 adalah 25 mikrogram per meter kubik.

Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dasrul Chaniago menjelaskan partikular mikro 2,5 merupakan debu halus yang dapat masuk ke dalam sistem pernapasan manusia. Jika terus terhirup akan menyebabkan penyakit pernapasan, hingga kanker paru-paru.

Ada beberapa cabang olahraga Asian Games yang terdampak langsung oleh kondisi udara karena bertanding di ruang terbuka, seperti atletik, maraton, berkuda, baseball, dan lainnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkapkan beberapa solusi kebijakan yang ingin atau sudah diterapkannya untuk mengawasi permasalahan udara Jakarta. Salah satunya, ia menyebut perluasan ganjil-genap. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat menggunakan transportasi umum. Sandi menilai penggunaan transportasi umum berbanding lurus dengan menurunnya polusi di Jakarta. 0 TMP
Berita Lainnya
Kamis, 26 September 2019
Minggu, 22 September 2019
Jumat, 20 September 2019
Senin, 16 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Sabtu, 14 September 2019
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019
Kamis, 05 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Senin, 02 September 2019
Sabtu, 31 Agustus 2019