Beritabatavia.com -
Panas, bauk, tidak terawat sehingga fasilitas seperti air conditioner (AC), lift, dan escalator tidak berfungsi dengan baik. Campur baur menjadi satu dan menimbulkan suasana tidak nyaman. Begitulah kondisi suasana di Pasarbaru Atom, Jakarta Pusat, sejak dua tahun terakhir.
Tidak heran, jika ratusan pedagang di gedung berlantai tujuh itu mengeluh. Bahkan para pedagang mengingat, jika pengelola saat ini PD Pasar Jaya tidak segera memperbaiki fasilitas tersebut, maka mereka akan pindah. Karena pengunjung juga sudah enggan datang, karena tidak nyaman. Bisa jadi Pasarbaru ini hanya tinggal nama, karena ditinggal pedagang dan pengunjung, kata seorang pedagang kacamata yang sudah puluhan tahun membuka toko di Pasarbaru Atom.
Menurut para pedagang, ketidak nyamanan ini, secara langsung berdampak kepada penurunan omset para pedagang secara drastis. Karena, pengunjung sudah enggan datang, sehingga para pedagang terancam akan menutup usahanya. kita mana kuat bayar sewa, kalau pengunjung pasarnya sepi, kata seorang pedagang obat lainnya. Dia menambahkan, sering mendengar keluhan pengunjung ihwal ketidak nyamanan yang mereka rasakan. Pengunjung harus mandi keringat saat datang ke Pasarbaru Atom, katanya.
Seorang pedagang lainnya menuturkan, gedung Pasarbaru Atom yang terdiri dari tujuh lantai, kini hanya tiga lantai yang digunakan. Para pedagang hampir semua berkumpul di lantai satu dan dua. Di dua lantai itulah berbaur semua para pedagang, dengan kondisi yang tidak nyaman, karena panas. Suasana semakin tidak karu-karuan karena aroma tak sedap yang berasal dari lantai tiga tempat para pedagang pakaian bekas. Tapi suasana tidak nyaman ini, tidak membuat sewa kios menjadi turun, malah tambah naik,kata seorang pedagang alat kecantikan.
Menurut Apeng, seorang pedagang di Pasarbaru Atom, suasana dan kondisi tidak nyaman terjadi sejak dikelola oleh PD Pasar Jaya. Sebelumnya, Pasarbaru Atom termasuk kelas menengah ke atas, tapi sekarang sudah menenga ke bawah bahkan mungkin lebih rendah lagi. Apeng mengaku, para pedagang sudah sering melaporkan hal tersebut. Namun, pihak PD Pasar Jaya tidak meresponnya. Mereka hanya bilang tidak ada dana, kata Apeng kesal.
Padahal, kalau ada pedagang yang terlambat membayar sewa, pengelola langsung marah-marah dan mengancam akan menutup kiosnya.O son