Kamis, 23 September 2010 12:00:44

Mantan Panglima TNI: Teroris Sebaiknya Ditangkap Hidup

Mantan Panglima TNI: Teroris Sebaiknya Ditangkap Hidup

Beritabatavia.com - Berita tentang Mantan Panglima TNI: Teroris Sebaiknya Ditangkap Hidup

Penembakan yang berujung pada kematian dalam penangkapan sejumlah teroris oleh Densus 88, belakangan mendapat tanggapan dari mantan Panglima TNI ...

Mantan Panglima TNI: Teroris Sebaiknya Ditangkap Hidup Ist.
Beritabatavia.com - Penembakan yang berujung pada kematian dalam penangkapan sejumlah teroris oleh Densus 88, belakangan mendapat tanggapan dari mantan Panglima TNI Jenderal  (purn) Endriartono Sutarono. Menurut Endriartono, jika para pelaku teror ditangkap hidup, banyak keuntungan yang bisa dipetik. Informasi dari pelaku bisa digunakan untuk mengejar pelaku lain.

Penting untuk mengungkapkan yang lebih besar, dan juga memudahkan untuk mengungkap siapa biangnya dan siapa yang membiayai, ujarnya di Jakarta, Kamis (23/9).

Dia menjelaskan, kalau terbunuh, akan sulit mengungkapkan jaringan yang lain. Butuh tenaga ekstra, misalnya dengan penyadapan dan merekrut informan yang ada di sekeliling pelaku teror itu.

Lebih mudah kalau hidup, tapi mungkin kepolisian belum siap, daripada jadi korban, terangnya.

Endriartono memberi contoh dalam penggerebekan tersangka Ibrohim, pelaku aksi bom di JW Marriott pada 2009 lalu. Saat itu di Temanggung, untuk menangkap tukang kembang saja polisi sampai membutuhkan waktu 2 malam.

Kemudian pelaku mati, padahal cost-nya mahal sekali itu. Dia sendirian dan tidak bersenjata, tambahnya.

Endriartono menduga, aksi pelaku teror yang menyerang Mapolsek Hamparan Perak itu pun sebagai ajang balas dendam atas aksi penyergapan yang dilakukan tim kepolisian.

Akhir-akhir ini polisi menggulung teroris, membunuh, dan menangkap, akhirnya mereka menjadikan polisi musuh. Mereka tidak peduli yang menangkap siapa, tapi melihat polisi sebagai lawan, imbuhnya.

Diketahui dalam penggerebekan Densus 88 pada Minggu (19/9) kemarin, 3 terduga pelaku teror tewas didor. Namun kemudian pada Rabu (22/9) dini hari, pelaku teror membalas menyerang Polsek Hamparan Perak, 3 polisi tewas dalam insiden ini. o dtc/nor

Berita Lainnya
Kamis, 07 Mei 2026
Kamis, 07 Mei 2026
Sabtu, 02 Mei 2026
Rabu, 29 April 2026
Senin, 27 April 2026
Sabtu, 25 April 2026
Jumat, 24 April 2026
Selasa, 21 April 2026
Senin, 20 April 2026
Jumat, 17 April 2026
Jumat, 17 April 2026
Kamis, 16 April 2026