Selasa, 23 Juli 2019 17:22:23
Rusak BB, Eks Ketum PSSI Dihukum 1 Tahun 6 Bulan Bui
Rusak BB, Eks Ketum PSSI Dihukum 1 Tahun 6 Bulan Bui
Beritabatavia.com - Berita tentang Rusak BB, Eks Ketum PSSI Dihukum 1 Tahun 6 Bulan Bui
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara terhadap mantan Ketua Umum PSSI Joko Driyono dalam kasus perusakan barang ...
Ist.
Beritabatavia.com -
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara terhadap mantan Ketua Umum PSSI Joko Driyono dalam kasus perusakan barang bukti (BB) pengaturan skor Liga Indonesia. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa selama 2,5 tahun.
Menjatuhkan penjara satu tahun enam bulan penjara. Terdakwa Joko Driyono terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana. menggerakan orang, merusak, membikin tidak dapat dipakai dan menghilangkan barang yang digunakan untuk pemeriksaan., ujar Hakim Ketua, Kartim Haeruddin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, (23/07)
Hakim pun memaparkan hal yang memberatkan Jokdri, sapaan Joko Driyono. Terdakwa dianggap mempersulit penyidikan yang sedang ditangani Satuan Tugas Antimafia Bola. Yang meringankan terdakwa besikap sopan dan berjasa membangun sepak bola di PSSI, ujar Kartim.
Joko Driyono sebelumnya dituntut dua tahun enam bulan penjara karena terbukti bersalah melanggar pasal 235 juncto 233 juncto 55 ayat 1 poin ke satu KUHP, sesuai dengan dakwaan alternatif kedua subsider. Aturan itu menjerat perbuatan pencurian dan pengerusakan barang bukti tindak pidana juncto.
Dalam tuntutan, jaksa menilai bahwa terdakwa terbukti secara paksa menerobos masuk ke dalam ruangan yang disegel polisi dan mengambil dokumen di dalamnya sehingga tidak terdapat alasan pemaaf atau pembenar penghapusan pidana atas perbuatan terdakwa.
Joko Driyono memerintahkan dua orang saksi, yaitu Mardani Morgot dan Mus Mulyadi untuk mengamankan, memindahkan dan merusak barang bukti yang terletak di kantornya tersebut. Barang bukti yang diambil atas perintah Joko Driyono berupa sejumlah dokumen, DVR Server CCTV dan satu unit laptop yang saat itu dalam penguasaan penyidik Satgas Antimafia Bola. Adapun barang bukti itu disinyalir terkait kasus pengaturan skor Liga III antara Persibaran Banjarnegara versus PS Pasuruan.
Joko Driyono dikenal sebagai orang lama dan tokoh utama di sepak bola Indonesia khususnya PSSI. Kasus perusakan garis polisi dan pengambilan barang bukti di bekas kantor Komisi Disiplin PSSI yang melibatkan Jokdri telah menyedot perhatian publik sepakbola nasional.
Bukan hanya sebagai orang lama, Jokdri juga sempat memimpin badan sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut. Karier Jokdri di kancah sepakbola nasional diawali dari dalam lapangan ketika menjadi pemain amatir. Tak sampai menjadi pemain profesional, Jokdri kembali ke dunia sepak bola sebagai manajer Pelita Jaya.
Setelah itu, Jokdri masuk ke PSSI. Era kepemimpinan Azwar Anas, Agum Gumelar, dan Nurdin Halid di PSSI dirasakan Jokdri. Memasuki 2011, ketika ada konflik kekuasaan yang melanda PSSI, Jokdri kemudian merapat ke kubu La Nyalla Mattalitti.
Setelah rekonsiliasi PSSI terjadi pada 2013, Jokdri lantas menempati posisi Sekretaris Jenderal. Bersamaan dengan itu Jokdri juga menjabat CEO PT Liga Indonesia. Jokdri memang memiliki jabatan di operator kompetisi sejak PSSI dipimpin Nurdin.
Pada 2015 nama Jokdri digadang-gadang menjadi Ketua Umum PSSI. Pada kelanjutannya, Joko menjabat posisi wakil ketua umum ketika PSSI dipimpin Edy Rahmayadi pada 2016. Jokdri menempati posisi kursi ketua pada 2019 setelah Edy mundur dan memilih fokus menjadi Gubernur Sumatera Utara. Tak hanya di PSSI, Jokdri juga menjabat posisi mentereng di federasi sepak bola Asia Tenggara (AFF) yakni sebagai wakil presiden. 0 ERZ