Rabu, 12 Januari 2022 11:29:09

Kapolri Jenderal Sigit: Aspirasi Masyarakat Jadikan Bahan Evaluasi

Kapolri Jenderal Sigit: Aspirasi Masyarakat Jadikan Bahan Evaluasi

Beritabatavia.com - Berita tentang Kapolri Jenderal Sigit: Aspirasi Masyarakat Jadikan Bahan Evaluasi

Dari Polda Lampung yang terletak di ujung selatan Pulau Sumatera sekaligus pintu gerbang Pulau Sumatera dari Pulau Jawa. Kapolri Jenderal Listyo ...

Kapolri Jenderal Sigit: Aspirasi Masyarakat Jadikan Bahan Evaluasi Ist.
Beritabatavia.com -

Dari Polda Lampung yang terletak di ujung selatan Pulau Sumatera sekaligus pintu gerbang Pulau Sumatera dari Pulau Jawa. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo  menekankan agar seluruh personel kepolisian harus mau turun ke lapangan, untuk  menyerap aspirasi dan harapan serta kemauan dari masyarakat. Mendengar langsung keinginan warga, kemudian dijadikan bahan evaluasi atau acuan untuk mewujudkan Korps Bhayangkara yang semakin dipercaya serta dicintai oleh warga.  

Penegasan itu disampaikan Kapolri Jenderal Sigit, saat memberikan pengarahan di Polda Lampung dan jajarannya,terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) serta penanganan covid-19 hingga soal transformasi Polri yang Presisi.

"Datang ke masyarakat dengarkan apa yang mereka inginkan. Bila perlu kumpul masyarakat tingkat Polsek, Polres, Polda. Sehingga tahu apa yang harus ditingkatkan. Akan muncul trust dari masyarakat," kata Kapolri Jenderal Lsityo Sigit Prabowo, dalam pengarahannya di Polda Lampung, Selasa (11/1/2022).

Dikatakan, instruksi dan arahan yang diberikan bukan hanya dijalankan oleh Polda Lampung. Melainkan, seluruh Polda dan personel kepolisian dimanapun harus melakukan hal tersebut. Semua personil Polri harus meningkatkan kepercayaan masyarakat. Upaya itu akan terwujud apabila pelayanan publik terus ditingkatkan menjadi jauh lebih baik. Tidak boleh terjadi adanya pelayanan yang tidak sesuai harapan  masyarakat.

Jenderal Sigit menyebut, dalam semangat Polri yang Presisi, pelayanan terhadap masyarakat tidak boleh adanya perbedaan, dilakukan dengan cepat, ramah dan humanis. Dengan begitu, kepolisian akan mendapatkan doa dan apresiasi dari warga yang mana itu akan berdampak pada organisasi Polri secara keseluruhan.

"Layani dengan cepat pengaduan. Sehingga masyarakat mengetahui kita melakukan respons apa yang mereka keluhkan. Cek apakah itu berjalan atau belum. Karena ini tidak mudah. Mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan," kata Kapolri Jenderal Sigit.

Menurut Sigit, semua upaya tersebut harus dikomandoi sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan pengawasan sistem yang ketat untuk menghindari adanya penyimpangan oknum kepolisian yang tidak menjalankan tugas sesuai dengan aturan.

"Ini butuh suatu kepemimpinan, pengawasan sistem yang ketat. Kita tak ingin anggota kita selama ini telah bekerja keras kemudian ada masalah hanya gara-gara kita tak memberikan bimbingan. Sehingga salah jalan dan harus menjadi korban. Apalagi pelanggaran itu dilakukan bersama dan terorganisir," ujar Jenderal Sigit.

Menurut Sigit, semangat menuju Polri yang Presisi dapat dilakukan dengan menciptakan budaya untuk memulai berbuat baik dari hal-hal yang kecil setiap harinya, baik di level terbawah hingga paling atas.

"Profesionalisme apabila tak didukung etik yang benar akan terjadi pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang. Ini dampaknya berbahaya bagi Polri. Lakukan perbaikan, apabila tak mampu, bersihkan dan evaluasi. Karena banyak anggota kita yang siap kerja dan tak rela kalau institusi kita dirusak oknum yang tak bisa memahami harapan organisasi dan masyarakat," tegas Kapolri Jenderal Sigit.

Lulusan AKPOL 1991 ini mengatakan, di era dewasa ini mau tidak mau, Polri harus melakukan pembenahan dan perubahan untuk menjadi lebih baik lagi. Budaya yang kurang baik selama ini harus dihapuskan dengan mengganti kebiasaan yang jauh lebih positif.

"Kita berbenah kenapa anggota melakukan pelanggaran apakah terkait faktor individu yaitu pemahaman terhadap spiritualnya lemah, pengaruh negatif komunitas, tak mampu menyesuaikan kondisi yang ada dan gaya hidup yang tak sesuai dengan budaya organisasi Polri atau dari faktor organisasi yaitu regulasi yang lemah, kurangnya wawasan literasi, kurang sarana dan prasarana. Budaya yang harus diperbaiki karena warisan lama mungkin sudah tak cocok. Bukan lagi anak buah layani pimpinan," papar Sigit.

Terkait penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19, Sigit memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran kepolisian yang tidak kenal lelah berada di garis terdepan dalam hal tersebut. Kendati begitu, Sigit tetap mengingatkan untuk tidak abai dan lengah, apalagi saat ini varian Covid-19, Omicron sudah masuk ke Indonesia.

"Apa yang kita lakukan selama ini bukan pencapaian akhir, saat ini ada Omicron masuk ke Indonesia. Omicron lebih cepat lima kali walaupun tingkat fatalitas tidak setinggi varian Delta," ujar Sigit.

Oleh karenanya, Sigit meminta agar personel kepolisian untuk terus bersinergi dengan seluruh stakeholder melakukan percepatan akselerasi vaksinasi terutama pada masyarakat lanjut usia (lansia) dan anak-anak.

"Langkah-langkah menuntaskan vaksinasi di beberapa tempat masih belum optimal. Kedua untuk antisipasi kita siapkan rumah sakit rujukan dan obat-obatan. Saat ini mumpung masih ada waktunya agar dicek kembali kesiapannya. Penguatan terhadap pemeriksaan khususnya di penyeberangan. Jemput bola agar saudara-saudara kita betul-betul sudah di vaksin karena memang peningkatan ini kalau tak bisa dikendalikan bisa jadi gelombang tiga," jelas Sigit.

Sigit juga mengingatkan soal kebijakan vaksin booster. Ia berharap, hal ini harus dijadikan kesempatan untuk semakin menguatkan atau meningkatkan imunitas akan bahaya Covid-19 bagi masyarakat.

Dalam pengarahannya, Sigit juga menekankan soal penguatan strategi komunikasi publik, responsif terhadap peristiwa bencana alam, antisipasi konflik sosial, fenomena kejahatan konvensional, kesiapan menghadapi Pemilu, mengawal iklim investasi dan penguatan sinergitas TNI-Polri.0 son

Berita Lainnya
Jumat, 14 Januari 2022
Kamis, 13 Januari 2022
Rabu, 12 Januari 2022
Selasa, 11 Januari 2022
Kamis, 06 Januari 2022
Selasa, 04 Januari 2022
Senin, 03 Januari 2022
Senin, 03 Januari 2022
Senin, 03 Januari 2022
Sabtu, 01 Januari 2022
Selasa, 28 Desember 2021
Senin, 27 Desember 2021