Beritabatavia.com -
Dalam situasi ibukota yang terlanda banjir terus menerus belakangan ini menyebabkan semua pihak antara lain remaja perlu dibekali pemahaman tentang bagaimana mengantisipasi jika terjadi banjir diwilayahnya. Salah satu caranya adalah dengan melakukan kegiatan Palang Merah Remaja (PMR).
Walikota Jakarta Selatan, Syahrul Effendi, didampingi Ketua Palang Merah Indonesia tingkat DKI Jakarta, Rini Sutiyoso pada Selasa (26/10) mengatakan,PMR harus peduli terhadap lingkungan, manusiawi terhadap sesama maupun alam serta peduli pada apa saja yang dilihat seperti bencana dan lainnya, sehingga bisa membantu aparat pemerintah dilapangan.
Dikesempatan sama, Ketua PMI Jakarta Selatan, Dadang Dasuki mengatakan bahwa tugas dan peran PMI tidak hanya terbatas pada penanganan tanggap darurat bencana, pelayanan donor darah ataupun melakukan penghimpunan dana masyarakat. Tapi juga melakukan peningkatan kapasitas pembinaan dan pengembangan SDM secara berkesinambungan.
Pelatihan PMR bagi generasi muda perlu sehingga mampu menjadi SDM yang potensial sebagai calon relawan yang mengemban misi kemanusiaan,ujar Dadang. Pembinaan PMR, menurut Dadang merupakan suatu proses pelaksanaannya melibatkan beberapa unsur seperti pihak sekolah, Dikdas, Dikmen dan Kementerian Agama, serta PMI sendiri.
Dadang menjelaskan,sampai September 2010 tercatat 118 guru pembina PMR dan 52 pelatih PMR yang telah mendapat pelatihan berbasis kompetensi serta kurikulum yang telah ditentukan markas PMI Pusat. Disamping itu tercatat 118 sekolah SD/MI, SMP/Mts dan SMA/MA yang telah memiliki ekstra kurikuler PMR dengan jumlah anggota 4120 orang. O brn