Beritabatavia.com -
Sebagian warga Jakarta yang tinggal di daerah rawan konflik mengaku lelah menghadapi konflik. Pasalnya aktifitas mereka sehari-hari menjadi terganggu. Apalagi penyebabnya terkadang masalah lama yang sudah berlangsung turun temurun. Sehingga ada pemicu sedikit saja langsung menyebabkan konflik.
Kami sudah lelah dengan konflik. Kita sudah susah cari uang jaman sekarang,ditambah adanya konflik menyebabkan aktifitas terganggu, ujar Lina, warga Mangggarai,Kamis (25/11). Konflik kecil kerap terjadi didaerah Manggarai antara warga Menteng Tenggulun Jakarta Pusat dengan warga manggarai. Terkadang konflik berujung bentrok yang biasanya terjadi di Jalan Sultan Agung, Manggarai atau diseputaran Stasiun kereta Manggarai.
Untuk itu pemerintah kota Jakarta Selatan menggagas pembentukan Polmas (pemolisian masyarakat).
Walikota Jaksel, Syahrul Effendi mengatakan, untuk menciptakan kondisi aman dan tertib tidak mungkin dilakukan sendiri oleh polisi. Untuk itu pihaknya juga membantu tugas polisi antara lain memberdayakan Satpol PP serta masyarakat.
Kami harap Polmas dapat dan mampu mendeteksi dini gejala yang dapat menimbulkan permasalahan di masyarakat dan pada akhi rnya mampu mendapatkan solusi untuk mengantisipasi permasalahan dan mampu memelihara keamanan serta ketertiban lingkungan,ujar Walikota Syahrul Effendi. Usul ini diamini oleh Kasatpol PP Jaksel, Jurnalis.
Walikota melanjutkan,konsep polmas ini sebenarnya berangkat dari beberapa persamaan anggapan yaitu, masyarakat dengan segala potensi sumberdaya dan kekuatannya dapat berkontribusi untuk melaksanakan keamanan dan ketertiban. O brn