Beritabatavia.com -
Puluhan pengurus RT, RW dan anggota Dewan Kelurahan,(Dekel) Kel. Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan berunjuk rasa meminta Walikota Jaksel mencopot Lurah Syamsul Bahri Nasution yang dinilai urakan serta mau menang sendiri. Mereka mengancam akan melakukan pemilihan langsung lurah di lingkungan jika Pemkot Jaksel tak bisa memilih lurah yang baik.
Keluhan dan saran selama lurah menjabat dua tahun sembilan bulan dari warga di Kel. Karet Semanggi tak pernah ditanggapi serius malah tak dianggap sama sekali, kata Rusli, Ketua RW 03, Karet Semanggi, Setiabudi, di halaman kantor Walikota Jaksel, Jumat (14/1).
Menurut dia, lurah bersangkutan kerap menertibkan KTP bagi warga pendatang yang tak jelas asal usulnya tanpa sepengetahun pengurus RT dan RW setempat. Lurah juga sering mempermainkan pedagang kaki lima, dengan modus ditertibkan, namun diperbolehkan jualan lagi, dengan membayar Rp5000- bahkan sampai Rp5 juta. Selanjutnya, lurah sering mengeluarkan surat pernyataan tanah tidak dalam sengketa, padahal statusnya sengketa.
Belum lagi minta uang pada pengusaha, antara lain pada Sampoerna Strategic Square dengan dalih sosialisasi rencana penutupan Jl Masjid Hidayatullah .Kemudian pada RS Jakarta, Univ Atmajaya, Plasa Central, Plasa Semanggi dan Hotel Aryaduta sebesar Rp60 juta, dengan dalih biaya operasional penertiban pedagang kaki lima,lanjut Rusli.
Jika keluhan dan aksi protes ini tak ditanggapi serius Walikota Jaksel Syahrul Effendi, warga dan pengurus RT, RW maupun Dekel setempat akan melakukan pemilihan lurah secara langsung.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Jaksel Sri Sutarsih saat menerima belasan pendemo warga Kel. Karet Semanggi berjanji, keluhan dan protes warga akan ditindak lanjuti secepatnya. O brn