Beritabatavia.com -
Lemahnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan yang diberlakukan, akan diganjar dengan kawat pembatas yang dilumuri oli. Langkah tersebut dilakukan Pemprov DKI, terkait masih banyak masyarakat yang melompati dan menerobos kawat pembatas jalan di kawasan Dukuh Atas, Jalan Sudirman.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Udar Pristono mengatakan inisiatif untuk melumuri tambang dengan oli untuk menertibkan penumpang kereta yang akan melanjutkan perjalanannya dengan angkutan regular. Pada awalnya, Dishub hanya memasangkan pagar tambang kawat untuk membatasi antrean penumpang kereta yang turun di stasiun itu. Kenyataannya tetap saja diterobos karena hanya dengan tali, sehingga tidak efektif, kata Pristono, Jumat (21/1). Akhirnya, lanjutnya, selaku penanggung jawab median jalan, Dinas Pertamanan dan Pemakaman akhirnya melumuri tambang itu dengan oli.
Sementara, Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Sunandar mengungkapkan, fungsi pemasangan tambang beroli agar masyarakat menyeberang atau menaiki kendaraan umum sesuai pada tempatnya.
Idealnya cukup dengan memasang pengumuman warga seharusnya sudah sadar. Namun kenyataannya tidak demikian, katanya.
Dia mengakui, ada keluhan masyarakat dengan pemasangan tambang beroli ini. Namun, untuk mencegah pelanggaran, pihaknya terpaksa harus melakukannya. Sementara sejumlah masyarakat mengeluhkan pemasangan pagar kawat yang dilumuri oli itu, karena tetesan oli menempel hingga ke lrong menuju stasiun.Bahkan, sejumlah penumpang yang tidak sengaja menyentuh pagar kawat ber oli, terpaksa membersihkan tangannya ke tiang atau tembok yang ada disekitar lokasi stasiun Dukuh Atas. 0 son