Beritabatavia.com -
Taman umum, memang keberadaanya untuk keindahan kota, penghijaun, juga tempat bermain bagi warga di sekitar taman. Namun, akhir-akhir ini beberapa taman yang ada di wilayah Jakarta, terutama di Jakarta Utara kurang terawat dengan baik, bahkan terkesan dibiarkan.
Akibatnya fungsi taman pun berubah. Ada yang menjadi lokasi mesum yang dihuni para Pekerja seks komersial (PSK) dan berkumpulnya lelaki pencari kepuasan hawa nafsunya. Juga ada taman yang dipakai sarang preman, gelandangan dan pengangguran.
Taman yang berada di sepanjang jalan Yos Sudarso, misalnya sudah menjadi komplek mesum. Setiap malam menjadi ajang transaksi seks bebas. Beberapa PSK kadang ada juga waria berbaur dengan lelaki hidung belang menghabiskan waktu malam, tanpa ada yang mengusiknya.
Pemandangan malam di Taman Yos Sudarso ini, terkesan atau memang sengaja dibiarkan berlarut-larut dan tak ada tindakan tegas dari pejabat Pemkot Jakarta Utara. Padahal lokasi itu, sering dilalui pejabat pemkot Jakarta Utara.
Apakah Taman Umum ini sengaja dibiarkan, atau dipakai oleh aparat Pemkot, kecamatan dan kelurahan sebagai ajang pungutan liar setiap malam, saya tidak tahu. Namun keberadaan PSK dan waria, jelas sangat mengganggu warga di kawasan ini, protes Nikjon, warga Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (28/2).
Juga, sambung dia, keberadaan wanita malam ini sangat menganggu pemandangan dan ketenangan warga. Mengingat, wanita malam seringkali bercumbu di pinggir kali sehingga terlihat jelas dari seberang. Akibatnya, anak-anak hingga remaja sering melihat perbuatan tak senonoh.
Saya khawatir akan mengganggu pikiran anak-anak remaja warga Kelapa Gading untuk berbuat maksiat. Saya berharap pemerintah segera menertibkan tempat mesum tersebut karena sangat menggangu, tandas Nikjon.
Lebih memprihatinkan lagi pagar sepanjang jalan Yos Sudarso tepatnya di Polres Jakarta Utara, kondisinya sudah pada rusak akibat dicuri oleh pemulung. Gimana mau memperhatikan wilayah lain, depan kantornya saja tidak mampu ngurus, tambahnya.
Nasib Taman serupa juga terjadi di taman umum RW 11, Tanjung Priok, Jakarta Utara tepatnya didekat terminal Tanjung Priok maupun di dalam terminal, di taman tersebut kondisinya sangat memprihatinkan karena banyak digunakan nongkrong para preman, gelandangan dan penggangguran untuk main kartu, berjudi hingga minum-minuman keras.
Akibatnya, warga masyarakat yang melintas di sekitar lokasi khususunya pada malam hari menjadi was-was karena takut menjadi sasaran kejahatan. Hingga kini tak ada tindakan penertiban.
Selain itu, taman di seberang terminal kondisinya juga parah, menjadi tempat tinggal para
gelandangan, juga pemulung. Mereka seenaknya mencuci serta menjemur pakaian di lokasi sehingga terlihat kumuh, ungkap Satria Naradha, warga Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara.
Kondisi seperti ini sudah lama terjadi. Sayangnya hingga kini tidak ada upaya dari Sudin Pertamanan maupun Satpol PP Pemkot Jakarta Utara untuk menertibkannya. Jika hal ini terus dibiarkan di khawatirkan para calon penumpang maupun penunpang yang berada di terminal itu akan menjadi sasaran empuk para penjahat, tambahnya. Haruskah menunggu korban jatuh lebih banyak lantas ditindak? o end