Beritabatavia.com -
Parkir terpadu di Melawai (Blok M) Jakarta Selatan sekarang sudah menggunakan sistem komputerisasi dengan palang pintu dan pembaca kartu, sehingga konsumen terhindar membayar parkir dua kali. Penerapan ini dijadikan sebagai proyek percontohan perparkiran di DKI Jakarta.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, menjelaskan sistem yang sama juga akan diterapkan di Pasar Mayestik dan Pasar Baru. Karena pasar merupakan daerah macet. Parkir on street itu dilarang jika terletak di daerah-daerah kemacetan, ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, yang didampingi Walikota Jaksel, Syahrul Efendi, mengatakan penataan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatur perparkiran di ibu kota. Parkir di Blok M ini terkenal amburadul. Ke depan diharapkan dengan sistem ini bisa membuat parkir lebih tertib dan menciptakan budaya tertib bagi masyarakat Blok M, kata Fauzi.
Meski demikian, tambah Fauzi, parkir on street masih tetap diberlakukan di area tersebut. Sehingga pelanggan tetap diberi kebebasan untuk memilih parkir, apakah di dalam gedung atau di luar gedung. Pendapatan yang dihasilkan juga dibagi menjadi dua, yakni untuk parkir on street dan di dalam gedung. Nanti ketahuan, berapa mobil yang parkir di on street dan di dalam gedung, karena ada sistem pembaca kartu, tambahnya.
Sementara Manager Building Blok M Square, Ucok P Simanjuntak menambahkan, investasi alat perparkiran mencapai Rp 2,4 miliar. Pengelola menyiapkan 6 pintu masuk dan 4 pintu keluar Blok M. Untuk keamanan, kita pasang CCTV yang tidak hanya memotret kendaraannya, tapi juga penggunanya, sedangkan kapasitas tempat parkir di dalam gedung Blok M Square mencapai 1.700 kendaraan roda empat dan 2.200 kendaraan roda dua, jelasnya.
Ucok menambahkan, masih ada lagi kapasitas tempat parkir jalanan di dalam kawasan niaga Blok M, (Jl.Melawai I-IX). Karena itu dengan kapasitas parkir yang besar, dia berharap konsumen makin banyak datang ke kawasan niaga terbesar di Jakarta Selatan ini. O brn