Beritabatavia.com -
Warga dan pengusaha di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta merasa terpanggil untuk melakukan aksi menggalang dana guna memperbaiki kerusakan fisik yang menghantui jembatan Cinta Pulau Tidung, yang memiliki panjang sekitar 700 meter yang terbentang dari Pulau Tidung Besar ke Pulau Tidung Kecil itu.
Kita akan buka posko peduli jembatan cinta di dermaga sandar. Kita berharap, wisatawan yang datang mau dan berkenan menyisihkan uangnya untuk memperbaiki jembatan itu, kata Alamsyah M Djafar, tokoh masyarakat setempat, akhir pekan ini. Dikatakannya, hal ini juga dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang diprediksi terjadi pada pekan ketiga bulan April ini.
Menurut Alamsyah, berdasarkan audensi yang dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, diperkirakan perbaikan jembatan itu menelan biaya hingga Rp 75 juta. Kini proses rehab sudah dimulai dengan anggaran swadaya yang terkumpul dari pemilik homestay, pemilik kapal angkutan, dan para pelaku jasa perjalanan wisata di Pulau Tidung.
Hal ini juga, sambung Alamsyah, merupakan arahan dan kebijakan yang diambil Bupati Kepulauan Seribu untuk tidak menggantungkan anggaran rehab kepada pemerintah DKI yang terbentur dengan aturan dan prosedur yang berlaku. Memang kalau menunggu anggaran pemerintah prosesnya membutuhkan waktu. Padahal, rehabilitasi jembatan itu sudah mendesak, jelasnya.
Sementara Bupati Kepulauan Seribu, Achmad Ludfi, dalam sambutannya pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kabupaten Tahun 2011, menegaskan, rehabiltasi ikon wisata jembatan cinta merupakan program prioritas dan harus dilakukan.
Harus dilakukan bagaimana pun caranya. Jembatan itu harus tetap menjadi ikon yang bukan hanya Pulau Tidung, tapi Kepulauan Seribu," tegasnya. O brn