Beritabatavia.com -
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan terjadinya angin puting beliung pada akhir pekan ini di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, potensi hujan dengan intensitas ringan diperkirakan juga bakal terjadi di Jakarta bagian selatan pada siang hari.
Peluang hujan ringan dengan intensitas 0,1-5,0 milimeter per jam atau 5-20 milimeter per hari, kata Harry Tirto Djatmiko, Kepala Bidang BMKG di Jakarta, Jumat (6/5).
Menurutnya, potensi hujan disebabkan adanya tekanan rendah di Samudera Pasifik Barat sebelah Utara Maluku Utara dan pumpunan (pertemuan angin) yang memanjang dari Laut Maluku, hingga perairan utara Maluku Utara serta dari Laut Jawa hingga perairan selatan NTB sehingga mempengaruhi peningkatan aktivitas pertumbuhan awan hujan termasuk di wilayah Jakarta.
Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Edvin Aldrian, menambahkan angin puting beliung yang berpotensi terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya hingga akhir pekan ini berasal dari proses pembentukan awan hujan pada musim pancaroba seperti saat ini.
Menurutnya, di musim pancaroba angin tidak memecah awan dan justru meningkatkan awan hujan yang menjulang. Awan ini disebabkan adanya massa udara yang mengangkat uap air dari laut utara Jakarta. Kondisi itu didukung angin yang bertiup dari barat, kemudian melalui pegunungan di Banten, sehingga membentuk angin bergelombang dan turun di Jakarta.
Gejala datangnya puting beliung, tambah Edvin, bisa ditandai dengan timbulnya awan cummulus nimbus atau awan yang mendadak gelap, seperti yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya kemarin. Namun, puting beliung yang berpeluang menerjang Jakarta kecepatannya di bawah 30-50 knot.
Warga dan para tamu negara yang hadir di KTT ASEAN diimbau tetap waspada karena tidak diketahui secara pasti kapan puting beliung ini akan datang. Peluang munculnya puting beliung akan diiringi curah hujan yang sporadis tetapi tidak terlalu besar. O brn