Beritabatavia.com -
Hujan selama satu jam sekitar Pk. 15:00 hingga Pk. 16:00 pada Kamis (12/5) membuat sejumlah ruas jalan lingkungan di Kec. Mampang Prapatan dan Kebayoran Baru tergenang dengan ketinggian mencapai 15 hingga 25 Cm. Banjir lokal itu disebabkan karena saluran air yang ada tak berfungsi dengan baik, terlihat di Jalan Pulo Raya, Petogogan, Kebayoran Baru.
Baru sekitar satu jam hujan kondisi jalan sudah tergenang seperti ini yang tentunya sangat mengganggu kenyamanan pemakai jalan dan kendaraan, keluh Hermanto, warga Cilandak, saat melintas di Jl. Pulo Raya.
Kalau hujan lebih dari dua jam tentunya Jl. Raya Pulo ini tak bisa dipakai sebagai jalur alternatif menghindari kemacetan di perempatan Jl. Raya Prapanca dan Jl. Raya Wijaya 2 yang sedang dibangun tiang pancang Jalan Layang Non Tol (JLTN) Antasari-Blok M.
Menurut dia, Jl. Raya Pulo ini memang menjadi jalan alternatif bagi warga dari arah Jl. Kapten Tendean menuju kawasan Kemang atau Jl. Pangeran Antasari yang tembus dibelakang kantor Walikota Jaksel.
Terlebih di depan kantor walikota Jaksel ke arah Jl. Pangeran Antasari sudah sepekan ini dututup dan kendaraan harus melalui belakang kantor walikota yang tembus ke Jl. Apartemen Kintamani, tuturnya.
Kondisi serupa juga terjadi di ruas Jl. Raya Kemang Timur dan Jl. Raya Kemang IX, Kel. Bangka karena air dari saluran air meluap ke badan jalan setinggi lebih dari 25 Cm yang mengganggu arus lalulintas di kawasan tersebut.
Kasudin PU Tata Air Jaksel Irfan Amta, mengatakan luapan air yang membuat banjir lokal di sejumlah ruas jalan akan ditangani secepatnya. Kami sudah meminta jajaran seksi di kecamatan meninjau dan mendata kondisi saluran air yang rawan banjir lokal, katanya. O brn