Beritabatavia.com -
Para penumpang bus di terminal bus antar kota Lebak Bulus, Jakarta Selatan mengaku resah dengan perilaku organisasi kemasyarakatan (Ormas). Pasalnya hanya gara-gara sebab yang sepele bisa menyebabkan keributan.
Senin malam memang sempat ramai akibat adanya kelompok pemuda bentrok di depan pintu masuk terminal bis dalam kota, sehingga warga banyak yang takut dan menghindar di lokasi itu, kata Rima, karyawati swasta di kawasan Pondok Indah, Selasa (24/5).
Sebagian calon penumpang maupun sopir bis, tambah dia, saat kejadian sempat menghindari kawasan terminal bis Lebak Bulus tapi sekarang normal kembali dan sama sekali tak ada orang yang berkurumun atau bergerombol di kawasan terebut.
Kepala Terminal Bis Antar Kota Lebak Bulus, Karel F Wowor didampingi stafnya Chairudin, mengakui adanya keributan sekitar Pk. 22:00, Senin malam akibat salah paham antar kelompok pemuda yang berbeda organisasi itu sehingga sempat membuat kawasan terminal mencekam dan sejumlah bis maupun angkot enggan masuk ke terminal.
Awal pemicu terjadinya kesalah pahaman, sekitar Pk. 19:30 yang bermula adanya salah satu calon penumpang yang ingin naik bis tujuan Kuningan yang biasanya menggunakan bis Lurah Agung. Diajak naik menggunakan bis Antar Jaya tujuan Solo melewati Cirebon yang mengaku sama saja lewat Cirebon.
Setelah terjadi kesepakatan akhirnya calon penumpang membeli karcis bis Antar Jaya sebesar Rp 120 ribu. Namun, bis tersebut sudah satu jam lebih tak jalan sehingga calon penumpang turun dan melihat-lihat kawasan terminal bis. Saat itu, dirinya melihat bis Lurah Agung dan menanyakan ke kenek bis ini bisa langsung berangkat dijawab memang ingin berangkat tujuan Kuningan, Jabar.
Mendengar informasi itu, calon penumpang itu ingin pindah ke bus Lur Agung dan mengembalikan tiket bis Antar Jaya. Disinilah terjadi perselisihan yang seharusnya bisa ditangani dengan baik antar mereka yang bertikai, ujar Chairudin. Namun situasi malah semakin memanas sehingga Pk. 22:00 terjadi bentrokan antar mereka. Untung tak ada korban jiwa.
Setelah bentrokan itu, tambah Chairuddin, akhirnya pihak kepolisian turun tangan dan menyelesaikan kesalahpahaman tersebut. O brn